Temui Konsulat Malaysia di Pekanbaru, Bupati H. Bistamam Pastikan Nelayan Rohil Dipulangkan
Bupati Rokan Hilir (Rohil), H. Bistamam, mengunjungi Kantor Konsulat Malaysia di Pekanbaru
RiauBISA.com, Pekanbaru – Bupati Rokan Hilir (Rohil), H. Bistamam, mengunjungi Kantor Konsulat Malaysia di Pekanbaru untuk berkoordinasi terkait pembebasan nelayan asal Rohil yang beberapa waktu lalu ditangkap otoritas Malaysia. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Bupati kepada Dinas Perikanan setempat untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut.
Dalam pertemuan itu, hadir Konsul Malaysia di Pekanbaru, perwakilan Imigrasi Malaysia, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau, perwakilan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan), HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia), serta jajaran Dinas Perikanan Rohil.
Konsul Malaysia di Pekanbaru, Muhammad Syah, menyambut baik kedatangan rombongan Pemkab Rohil.
“Saya baru mendapat kabar tadi bahwa Bapak Bupati akan hadir di konsulat pukul 13.00 WIB. Saya langsung menghubungi Konsulat Jenderal di Medan, di mana terdapat perwakilan Maritim Malaysia dan Imigrasi. Memang benar ada kapal nelayan asal Bagansiapiapi yang ditahan di sana. Setelah saya konfirmasi, mereka sudah bersedia melepaskan nelayan kita,” jelas Muhammad Syah.
Muhammad Syah juga mengapresiasi kepedulian Bupati Bistamam yang langsung turun tangan menyelesaikan persoalan ini.
“Jangan sampai menyulitkan saya di sini, karena yang datang ini adalah wakil rakyat yang peduli kepada masyarakatnya. Sampai-sampai bapak bupatinya langsung turun untuk menyelesaikan persoalan ini. Jadi, nelayan kita bisa dibawa pulang,” tambahnya.
Proses kepulangan nelayan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia. Bupati Bistamam menyatakan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang terlibat:
“Alhamdulillah, kami disambut baik oleh Konsulat Malaysia di Pekanbaru, dan nelayan kita bisa dibebaskan melalui koordinasi dengan KBRI di Malaysia,” pungkasnya.
Penahanan nelayan ini sebelumnya terkait dugaan pelanggaran batas wilayah perairan. Keberhasilan pembebasan ini tidak hanya membawa kelegaan bagi nelayan dan keluarga mereka, tetapi juga menunjukkan efektifnya jalur komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan perwakilan diplomatik, baik di dalam maupun luar negeri.
Diharapkan, kepulangan nelayan dapat segera terealisasi sehingga mereka bisa kembali berkumpul dengan keluarga di kampung halaman masing-masing. (*)






