Tokoh Inhil Curigai Ada Dugaan Persaingan Bisnis di Balik Kematian Haji Permata
Jumhan alias Haji Permata semasa hidup | Ist
Riaubisa.com, Inhil - Dr Yusuf Daeng MH, mencurigai adanya dugaan persaingan bisnis di balik kematian Haji Permata yang merupakan pengusaha barang-barang impor.
"Jaringan penyelundupan di Riau sudah ada sejak dulu. Namun sekarang ini sudah modern dan beraset besar," kata tokoh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Indragiri Hilir 2 periode ini, kepada wartawan, Kamis (4/4/2021).
Diketahui, nama Haji Permata cukup terkenal di 2 provinsi, yakni Kepulauan Riau dan Riau. Bahkan hingga ke negeri tetangga.
Namun, kematian Jumhan alias Haji Permata yang juga merupakan tokoh KKSS Batam, Kepulauan Riau, berakhir di tangan Bea Cukai.
Menurut daeng, operasi penyelundupan khusus berasal dari Batam menuju Riau, masih sering terjadi dan melewati sekitar 4 Polres.
Beredar informasi adanya penyelundup lain berinisial TS yang masih beraktivitas secara bebas. Adanya informasi ini, membuat Daeng mendesak polisi bertindak adil dalam menindak penyelundupan tanpa pandang bulu.
"Itu sudah bukan rahasia umum. Orang kalau ditanya penyelundup pasti tahu siapa pemainnya, ada partai besar dan partai kecil. Bahkan saya yakin petugas penegak hukum pasti tahu itu," beber Daeng.
Daeng mengakui, memang sulit untuk memutus secara total mata rantai penyelundupan tersebut.
Dia menduga ada indikasi permainan mata dalam aktivitas penyelundupan barang-barang ilegal dari Kepri ke Provinsi Riau. Sebab, selama ini rasio penegak hukum banyak yang masih bagus dengan para pemain segelintir orang.
"Ada yang saling pengertian, ada juga yang hanya menguntungkan sebelah pihak. Kalau menghentikan nggak mungkin. Paling tidak ada langkah-langkah pengamanan yang lebih mantap," cetus Daeng.
Untuk mematikan bisnis penyelundupan barang-barang ilegal ke Riau, Daeng meyakini tidak akan bisa dilakukan dengan cepat. Sebab, di balik ketegasan penegak hukum, masih ada oknum tertentu yang menjadi pemain.
"Seharusnya ada petugas yang menekan angka penyelundupan itu," pungkasnya.






