Vaksinasi di RW 06 Rejosari Ricuh, Oknum Kelurahan Ngamuk & Coret Data Warga
DATA - Oknum Pegawai Kelurahan Rejosari Pekanbaru, mendadak mengamuk dan mencoret 39 data pendaftaran vaksin warga Rejosari Pekanbaru, saat warga tengah antri vaksinasi bus, Jum'at (16/07/2021) pagi | Riaubisa.com2021
Riaubisa.com, Pekanbaru - Oknum Pegawai Kelurahan Rejosari Pekanbaru, mendadak mengamuk dan mencoret 39 data pendaftaran vaksin warga Rejosari Pekanbaru, saat warga tengah antri vaksinasi bus, Jum'at (16/07/2021) pagi.
Oknum pegawai Kelurahan Rejosari ini diketahui menjabat sebagai Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya berinisial ER.
"Orang sudah banyak ngantri, tiba tiba jam 9 pagi pegawai kelurahan Rejosari ini ngamuk ngamuk dan umumkan di depan warga kalau vaksin pertama 50 orang dan vaksin kedua 50 orang, yang lain pulang," ucap panitia lokal vaksinasi RW 06 Rejosari, Hazanil Putra, kepada wartawan.
Tidak hanya itu, Hazanil menyebutkan, oknum pegawai ini katanya, datang bersama Camat Tenayan Raya. Usai mengamuk dia melihat 39 orang data warga yang akan divaksin sudah dicoret tanpa alasan yang jelas.
"Tiba tiba kertas pendaftaran sudah diberi tanda silang, saya tidak nampak waktu dicoret itu dan pegawai kelurahan itu ngomong minta disisakan 20 untuk orang dinas," jelas Hazanil.
Kisruh pelaksanaan vaksinasi di RW 06 Kelurahan Rejosari ini, membuat panitia lokal yang ditunjuk mengadukan persoalan kekecewaan tersebut kepada RW.
Ketua RW 06 Kelurahan Rejosari, Zulfahmi SE, mengaku kecewa dengan apa yang dilakukan oknum kasi di Kelurahan Rejosari. Tidak hanya masalah kisruh vaksinasi kepada warga, belum lama ini salah satu warganya mengadukan tentang pelayanan yang kurang baik yang dilakukan oleh oknum kasi tersebut.
"Kita minta Lurah Rejosari dan Camat Tenayan Raya beserta Sekda Pekanbaru, mengevaluasi kinerja salah satu kasi yang ada di Kelurahan Rejosari ini," pinta Zulfahmi.
Zulfahmi menjelaskan, pihaknya telah menunjuk pelaksanaan vaksinasi di RW 06 ini dengan menunjuk panitia lokal yang berasal dari masyarakat tempatan. Namun, saat pelaksaan berjalan oknum Kasi ini malah mencampuri dan mengacaukan pelaksanaan dari panitia yang ditunjuk.
"Akibat kejadian itu (mencoret data,red), warga yang sudah mendaftar sejak pagi tidak mendapatkan vaksin. Saya saat kejadian tidak ditempat karena sedang pergi melayat, tapi warga saya sudah mengadukan persoalan ini," ucap Zulfahmi.
Menanggapi hal itu, Lurah Rejosari, Arraryid Kelana Putra, mengatakan, kekisruhan pelaksanaan vaksinasi tersebut telah diketahuinya. Jebolan IPDN ini menyebutkan lagi, apa yang telah dilakukan oleh bawahannya itu adalah suatu bentuk spontanitas saja.
"Itu (mencoret data warga,red) inisiatif beliau. Dia (kasi,red) ingin mengambil alih kegiatan tersebut, tapi tidak mencari tahu sudah berjalan seperti apa kegiatan disana," ungkap Rasyid.
Terkait adanya pengaduan warga terhadap pelayanan yang kurang baik yang dilakukan oknum Kasi Kelurahan Rejosari itu, Rasyid mengaku baru mendapatkan informasi tersebut.
"Jika memang seperti itu (pelayanan tidak baik,red). Kita menyesali sikap beliau, kami sebagai pimpinan meminta maaf kepada pihak yang dirugikan dan akan mengingatkan beliau lagi," tegasnya.
Camat Tenayan Raya, Indah Vidya Astuti mengaku, saat pelaksanaan vaksinasi di RW 06 Rejosari, hanya memantau pelaksanaan kegiatannya saja. Saat itu, dia melihat panitia lokal belum siap dengan pelaksanaan kegiatan, seperti tidak menyediakan microphone, kabel dan blangko.
"Saya lihat saat itu pendaftaran sudah 100 orang. Saya bilang, kalau orangnya tidak datang, dilewatkan saja, nanti dipanggil lagi sesuai dengan urutan. Sepertinya warga sekitar, saya sudah jelaskan ini sudah penuh, silahkan pulang," ungkap Indah.
Terkait pencoretan 39 orang warga yang mendaftar di coret dari list pendaftaran sejak pagi oleh oknum pegawai kasi Kelurahan Rejosari, pihaknya mengaku tidak tahu.
"Coba saya konfirmasi dulu pak yang itu (dicoret,red). Soalnya saya pada saat itu cuma berkunjung sebentar saja, supaya orang tidak berkerumun karena dari awal tidak ada prokes," tuturnya.






