Diduga Tekanan Hidup, Seorang Warga di Pangean Kuansing Bundir Dengan Seutas Tali
Ilustrasi Bundir
RiauBISA.com, Pangean - Warga dihebohkan dengan peristiwa bunuh diri (bundir) yang terjadi di Dusun I RT 001/RW 001, Desa Padang Kunik, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Jumat (5/9/2025) malam.
Warga itu berinsial RR (28 tahun). Diduga melakukan bundir karena tekanan hidup. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Raden Ricky Pratidiningrat, melalui Kapolsek Pangean Iptu Aman Sembiring, Sabtu (6/9/2025) mengatakan, jenazah saat ini telah dimakamkan pada hari ini pukul 10.00 WIB di Pemakaman umum Desa Pembatang, Kecamatan Pangean.
"Keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menandatangani surat pernyataan penolakan, menyatakan telah mengikhlaskan kepergian almarhum," ujar Iptu Aman.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh ayah korban A (68). Saat itu, Jumat (5/9/2025) sekitar pukul 20.00 WIB, ayah korban, baru melaksanakan ibadah salat isya.
Usai melaksanakan ibadah, sang ayah masuk kamar dan terkejut karena melihat anaknya RR (28) telah meregang nyawa di tiang gantungan dengan seutas tali yang diikat di balok kayu plafon rumah.
Dibantu istrinya M (61 tahun) A, memotong utasan tali menggunakan parang dan menurunkan korban serta menggotong korban ke ruang keluarga dan meminta bantuan warga sekitar.
Selanjutnya, Personel Polsek Pangean yang dipimpin Ps. Kanit Reskrim Aiptu Andy Candra dan jajaran, mendatangi lokasi dan mengamankan barang bukti berupa seutas tali tambang warna putih serta berkoordinasi dengan tenaga medis di Puskesmas Pangean untuk mslakukan visum luar.
Kasus bundir ini menjadi perhatian dari jajaran Polsek Pangean. Iptu Aman dalam pernyataan nya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi di dalam keluarga dan saling memperhatikan kesehatan mental.
"Jangan segan mencari bantuan atau berkonsultasi jika menghadapi tekanan hidup. Kepedulian lingkungan dan keluarga menjadi langkah pencegahan agar peristiwa serupa (bundir) tidak terulang," ujar Iptu Aman. (*)






