Anggota DPRD Riau Minta Mahasiswa UNRI Agar Memaklumi Pengambilan Lahan
Ketua komisi III DPRD Riau, Edi Basri SH, MSi. (foto/fin)
RiauBISA.com, Pekanbaru - Rencana pembangunan Pengadilan Militer, Labor Bahasa, serta Rumah Sakit Otak di lahan milik UNRI yang diprotes oleh sejumlah mahasiswa, menuai tanggapan dari anggota DPRD Riau, Edi Basri SH MSi.
Menurutnya, sepanjang bagian yang satu kesatuan konsep pembangunan dan juga untuk kepentingan Riau, pihaknya minta supaya mahasiswa juga bisa memaklumi.
"Jadi yang punya UNRI itu adalah pemerintah. Yang menyisihkan untuk pembangunan itu juga pemerintah. Menurut saya, sepanjang itu bahagian yang satu kesatuan konsep pembangunan UNRI dan juga untuk kepentingan Riau, saya minta supaya mahasiswa juga bisa memaklumi itu," ucap Ketua komisi III DPRD Riau, Edi Basri saat dikonfirmasi, Kamis (17/7/2025).
Politisi asal fraksi Gerindra DPRD Riau itu mengatakan, pengambilalihan 10 hektar lahan milik UNRI itu, kemungkinan karena keterbatasan areal yang ada di sana. Maka satu satunya jalan mungkin adalah areal UNRI yang akan dijadikan tempat pembangunan Pengadilan Militer, Labor Bahasa, serta Rumah Sakit Otak tersebut.
"Adik adik mahasiswa supaya bisa paham juga bahwa itu adalah demi investasi di Riau, sekaligus juga demi kepentingan perkembangan kebutuhan kesehatan masyarakat yang ada di Provinsi Riau," tukas Edi.
Seperti diketahui, pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Otak Provinsi Riau mendapatkan protes dari Kelompok Tani dan mahasiswa UNRI yang menggunakan lahan tersebut untuk praktikum maupun penelitian.
Gubernur Mahasiswa BEM Fakultas Pertanian (FAPERTA) UNRI, Ahmad Arifin, menyebut total ada 10 hektare lahan yang digunakan Pemprov Riau untuk membangun Rumah Sakit Jantung, 8 hektare diantaranya telah dibuka dan sisa 2 hektare lagi yang merupakan lahan dari mahasiswa maupun kelompok tani.
Padahal, menurut Arifin, lahan tersebut termasuk lahan sawit, praktikum, dan penelitian bagi mahasiswa maupun kelompok tani. Ia berharap agar Pemprov Riau tidak menggusur lahan pertanian mereka, karena lahan yang saat ini masih ada pun sangat terbatas.
"Harapan terbesar dari kawan kawan yang masih menggunakan lahan tersebut agar tidak digusur, tanpa ada penggusuran itu lahan fakultas itu cukup terbatas, bahkan berebut terlebih dahulu," ujarnya.(*)






