Bonus Atlet PON Tertahan, Anggota DPRD Riau Bereaksi

Sekretaris komisi V DPRD Riau, Robin Hutagalung SH. (foto/ist)

RiauBISA.com, Pekanbaru - Pernyataan Gubernur Riau, Abdul Wahid yang mengatakan hanya sanggup membayar 45 persen kepada atlet PON dari total yang dijanjikan, menuai reaksi dari Sekretaris komisi V DPRD Riau, Robin Hutagalung SH. Menurutnya, seyogianya harus dibayar penuh. 

"Ini kan kalau saya lihat pak Gubernur alasannya karena kondisi keuangan. Kalau itu alasannya, maka disamakanlah mereka ini dengan pihak ketiga yang tunda bayar. Jadi jangan berkesimpulan dengan menurunkannya. Nah, jalur tengahnya samakanlah para kontraktor kontraktor pihak ketiga tunda bayar itu," ucapnya.

Ia mengatakan, aspirasi para atlet PON Riau 2024 peraih medali juga enggak keberatan. Mereka mengerti juga kondisi keuangan pemerintah Provinsi Riau. Tapi bukan berarti dikurangi.

Pihaknya kata Robin, jika.melijat PON di Jawa Barat Rp200 juta, PON Papua Rp250 juta. Sementara PON Aceh-Sumut sesuai Pergub Rp300 juta.   

"Jadi ini bukan persoalan janji Gubernur terdahulu, tetapi ini sudah diatur oleh Pergub yaitu, Pemerintah Propinsi Riau. Nah oleh karena itu seperti saya katakan tadi, seperti kata pak Gubernur saya ikutin juga ini, karena kondisi keuangan kita, kalau itu alasannya maka sudah tunda bayarkan mereka ini," tukasnya. 

Robin mengatakan, kalau di Pergub itu Rp300 juta, kalaupun tidak sampai 300 samakan dengan yang di Papua Rp250 juta. Kalau ndak bisa, tunda bayarkan, ucapnya.

"Kenapa pihak lain bisa ditunda bayarkan, ini tidak bisa ditunda bayarkan. Ini kan bedanya kalau para pihak ketiga ini ditunda bayarkan, terus ada dasarnya. Kalau alasannya karena  kontrak, atlet ini lebih dari kontrak, ini nama baik daerah,berkibarlah panji-panji bendera Pemprov Riau ini, berkibarlah bemdera di pentas PON ini," ucapnya.

Saat ditanya mengenai kekhawatiran atlet bisa saja pindah membela Provinsi lain, Robin mengatakan, belajar dari persoalan ini atlet harus meminta kontrak juga dengan pemerintah.

"Kita harus menghargai duta duta olahraga. Di luar negeri itu gaji olahragawan itu dibayar per menit. Kita di Indonesia bahkan ada atlet itu yang berjanji dengan orangtuanya, doakan saya ma, kalau dapat medali emas nanti saya akan belikan rumah dan segala macam," pungkasnya. (fin)