Dua Balita Tewas di Kolam Proyek, Polda Riau Periksa Pejabat PHR

Dua balita malang berinisial FSH (4) dan FW (2) itu diketahui meinggal di dalam kolam /lipo

RiauBISA.com, Pekanbaru - Proses penyelidikan atas kasus tragis meninggalnya dua balita di kolam proyek milik Pertamina Hulu Rokan (PHR) terus bergulir. 

Sejauh ini, pihak Ditreskrimum Polda Riau telah memeriksa dua orang pejabat dari jajaran internal PHR dan menjadwalkan pemeriksaan lanjutan terhadap delapan orang lainnya. 

Dirkrimum Polda Riau Kombes Asep Darmawan mengatakan pihaknya sudah menerima dua orang pihak PHR. 

“Iya benar. Sudah kami periksa dua orang pihak PHR,” kata Asep Rabu (4/5). 

Dua orang yang telah diperiksa adalah Nancy Saulyna Hutagalung yang menjabat sebagai Project Engineering. Kemudian Aluwisia Juli Hardiyanti menjabat sebagai Senior Analyst Environment Compliance. 

Asep membeberkan bahwa surat pemanggilan telah dikirimkan kepada delapan pegawai lainnya yang akan dimintai keterangan. 

“Pemeriksaan ini diharapkan mampu mengungkap secara terang peristiwa yang menyebabkan dua anak kehilangan nyawa di area proyek,” tuturnya.

Dua anak balita itu ditemukan tewas setelah tenggelam di kolam bekas aktivitas pengeboran milik PT. Pertamina Hulu Rokan, (PHR) yang berada di Dusun Mekar Sari, Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir. 

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa 22 April 2026 sekitar pukul 14.00 WIB di lokasi kolam lumpur bekas rig pengeboran di kilometer 24 Jalan Asoka, Dusun Sungai Rangau, Kelurahan Rantau Kopar. (*)