DPRD Riau Soroti Kasus Bully di Inhu
Anggota Komisi V DPRD Riau, Daniel Eka Perdana. (foto/fin)
RiauBISA.com, Pekanbaru - Kasus kematian seorang bocah K (8) yang duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar di Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menuai sorotan dari DPRD Riau. Kendati sejauh ini masih menunggu hasil fotensik, namun kasus pembulian ini merupakan bom waktu.
"Nah, kebetulan kasus ini di daerah pemilihan saya. Yang pertama tentu kasus ini kan sedang penanganan pihak forensik juga nih menunggu hasil dari forensik berdasarkan info terakhir yang saya dapat. Nah, terus kasus pembulian ini juga muncul di Kampar. Saya rasa kasus pembulian ini sudah menjadi bom waktu ini," ujar anggota Komisi V DPRD Riau, Daniel Eka Perdana, Rabu (28/5/2025).
Politisi asal fraksi Nasdem DPRD Riau itu mengungkapkan bahwa semua Kabupaten/kota di Riau, punya permasalahan ini. Tinggal pihak dari pemerintahan nanti melakukan evaluasi terutama tingkat SMA tentunya.
"Kita minta semua SMA mengaktifkan kembali guru BK. Bahwa di sekolah itu lita butuh pengawasan-pengawasan. Kalau dulunya cuma satu guru BK-nya, kedepan harus kita tambah. Dan pihak sekolah juga harus bekerjasama dengan walimurid. Ini kan tidak terlepas dari orangtuanya nih," ujarnya.
Daniel pun menduga kasus bully ini dilatarbelakangi oleh sistim belajar di rumahnya dengan kekerasan, sehingga pola tersebut terbawa dia di sekolah. Ia pun berharap kasus pembulian ini menjadi perhatian khusus dari dinas-dinas terkait yang ada di Kabupaten/kota.
"Memang hari ini yang terblow up itu di Inhu. Kita minta juga nanti dijadilan salah satu contoh permasalahan yang harus ditangani secara serius. Ini kan luar biasa, anak umur 8 tahun meninggal akibat bully," ujarnya.
Sementara menyinggung soal keberadaan KPAI di Inhu, Daniel membenarkan. Hanya saja pihaknya kurang mengetahui secara detail kerja dari KPAI tersebut.
"Sejauh mana pengawasan mereka terhadap anak ini susah kita mengetahui. Makanya kita minta nanti pihak pemerintah daerah yang lebih bijak atau lebih tegas terkait permasalahan ini," pungkasnya.
Sementara hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus meninggalnya seorang siswa SD di Inhu yang diduga menjadi korban perundungan kakak kelasnya.
Humas Polres Inhu, Aiptu Misran mengungkapkan untuk penyelidikan tersebut tim forensik Polda Riau juga sudah melakukan autopsi terhadap jenazah korban. Proses pengujian sampel diperkirakan memakan waktu selama beberapa hari ke depan.
Diketahui korban berinisial C meninggal dunia pada Senin (26/5/2025) dini hari setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat. (fin)






