Ini Dampak Akut Berita dan Informasi Hoax Menurut Calon Bupati Pelalawan Zukri Misran
Calon Bupati Pelalawan nomor urut 2 Haji Zukri Misran
RiauBISA.com, Pekanbaru - Calon Bupati Pelalawan nomor urut 2 Haji Zukri Misran, mengingatkan masyarakat tentang bahaya berita dan informasi hoax yang membuat perpecahan dan provokasi di tengah masyarakat.
Jika berita dan informasi hoax ini tidak di filter dan disaring dapat menimbulkan gejala dampak sosial yang cukup besar dan menyesatkan di tengah masyarakat.
"Biasanya informasi bohong atau hoax ini memang disengaja disebar oleh pihak tak bertanggungjawab dengan tujuan tertentu untuk memprovokasi masyarakat, itu yang patut diwaspadai," ujar Haji Zukri, kepada wartawan, Jumat (11/10/2024).
Pihaknya mengimbau agar masyarakat di Riau khususnya di Kabupaten Pelalawan, agar lebih hati-hati dan jangan mudah menyerap informasi atau berita hoax, sebab bahayanya menyebabkan dampak sosial yang luas.
"Pengalaman selama kontestasi Pilkada, biasanya berita palsu, berisi kebohongan alias hoax akan marak beredar di semua lini publik baik di internet, media sosial maupun di lingkungan masyarakat," urainya.
Zukri Misran yang berpasangan dengan Husni Thamrin pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pelalawan di Pilkada 2024 ini berpesan jika ada masyarakat di Kabupaten Pelalawan mendapat atau meragukan informasi yang bermuatan hoax dan provokasi, agar melaporkan atau menginformasikan kepada tim media center pasangan nomor urut 2.
"Berita bohong dengan tujuan tertentu ini bukan hanya menyesatkan tapi bisa merusak keharmonisan masyarakat, dampak sosial yang ditimbulkan luas dan fatal jika dibiarkan. Jangan terpancing dan jangan pula ikut menyebarkan berita palsu. Itu bahaya sekali," pintanya.
Ketua DPD PDIP Riau ini mengungkapkan, seharusnya kontestasi Pilkada seharusnya beradu gagasan dan ide untuk membangun daerah, menawarkan program yang bermanfaat luas bagi rakyat.
"Pesan ibu Ketua Umum PDI Perjuangan ibu Megawati Soekarnoputri dengan program menyentuh langsung pada persoalan rakyat lebih bermartabat daripada mempraktekkan cara-cara kotor untuk meraih simpati rakyat," terangnya. (*)






