Pegang Filosofi 'Mendem Jero', Ade Hartati Buka Suara Terkait Serangan Politik ke Arah Personal

Calon Wakil Walikota Pekanbaru Nomor Urut 1, Ade Hartati Rahmat | Foto : instagram @adehartatirahmat

RiauBISA.com, Pekanbaru -  Calon Wakil Walikota Pekanbaru, Ade Hartati Rahmat, akhirnya buka suara terkait pemberitaan dan santer menyudutkan serta menyerang figur calon Walikota Pekanbaru pasangannya nomor urut 1 Muflihun.

Dia mengatakan, selama 15 tahun di legislatif, Ade memandang perlu mengedukasi terkait politik dan hukum sesuai porsi masing-masing.

Ade Hartati dalam politik, dirinya selalu diajarkan oleh orang tua untuk memegang filosofi 'Mendem Jero' yang artinya cukup diam saja ketika menghadapi dinamika politik yang ada.

Namun, sebagai kandidat yang berpasangan dengan calon kuat dalam Pilwako Muflihun, Ade mengatakan, ada waktunya dirinya harus bicara terutama terkait serangan yang mengarah pada personal.

"Politik dan hukum harus dipisahkan pada fatsum masing-masing. Politik tidak boleh masuk pada wilayah hukum dan hukum tidak boleh masuk pada ruang politik," tegas Ade, dalam rilisnya, Rabu (9/10/2024).

Dijelaskannya, politik harus diartikan sebagai sebuah proses untuk mencapai tujuan bersama yang pastinya dinamis.

"Dinamika politik tidak boleh dinodai oleh kepentingan tertentu, yang menyeret hukum untuk jadi eksekutornya," tambah Ade.

Selanjutnya, Ade mengatakan, persoalan hukum memiliki ranah dan cara sendiri dalam hal pembuktian. "Praduga tak bersalah adalah norma yang harus dijunjung tinggi oleh semua elemen masyarakat," jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan Ade, Justifikasi dan tuduhan dengan menyebut nama adalah cara-cara kotor yang harus dihindari oleh semua pihak.

"Ingat, bahwa politik bertujuan untuk menghasilkan yang terbaik dari yg baik. Bagi kami, cukup sudah penggerogotan martabat ini. Dan kami juga punya batas untuk bersuara," pungkasnya. (*)