Kisah Pembudidaya Belatung di Pontianak yang Raup Belasan Juta Rupiah Per Bulan
Foto : pontianak pos
Riaubisa.com, Pontianak - Syamsudi, warga di wilayah Pontianak Utara, membudidayakan belatung atau maggot, yang dapat mengubah polusi menjadi solusi yang berdampak pada lingkungan.
Syamsudi menjelaskan, belatung ini dihasilkan dari lalat berjenis Black Soldier Fly (BSF). Proses budidaya ini merupakan pilar pertama atau kegiatan yang pertama dilakukan di wilayah Kalimantan Barat, khususnya Pontianak.
Maggot atau belatung tersebut, diberi pakan dengan berbagai macam sampah organik, mulai dari sayuran busuk, buah busuk, dan lain sebagainya. “Pakan yang dimaksud adalah pakan organik, jadi kita mengambil dari sumbernya, biasa di pasar, toko buah, rumah makan, rumah warga, itu sisa sayur, sisa buah yang busuk," katanya, Minggu, 31 Januari 2021 yang dilansir dari kumparan
"Jadi larva ini makanannya mewah, ada buah anggur, apel, buah naga. Ini untuk semua yang sifatnya organik, bisa dimakan oleh maggot,” tambahnya.
Syamsudi mengatakan, setelah lalat tersebut bertelur dan menjadi belatung, dapat dijual kembali sebagai pakan hewan. Ia juga mengatakan, daya urai telur tersebut membutuhkan pakan 25 kilogram dalam 1 siklus.
“Hal ini juga untuk menyesuaikan persoalan sampah di Kota Pontianak, karena persoalan sampah mencapai ratusan ton. Kita juga membutuhkan 100 hingga 200 kilogram telur BSF,” ucapnya.
Selain berdampak pada lingkungan, keuntungan dari penjualan telur dan belatung ini, kata dia, bisa mencapai hingga Rp 14 juta per bulan.






