Sedih! Sebelum Korban IRT Ditabrak Mahasiswi di Pekanbaru, Anak Curhat Menyesal tak Makan Nasi Terakhir Ibunya

Unggahan instastory akun instagram pribadi @farahfrnns | Screenshoot

RiauBISA.com, Pekanbaru - Farah anak korban Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial RM (46) yang meninggal ditempat usai ditabrak Mahasisiwi MP (21) di Jalan Tuanku Tambusai, Sabtu (3/8/2024) sekitar pukul 05.45 Wib, bercerita di media sosial soal penyesalan tidak makan masakan nasi terakhir yang dibuat ibunya.

Soal masakan terakhir ibunya itu dia ungkapkan di instastory akun instagram pribadi miliknya @farahfrnns yang dikutip riauBISA.com dari akun instagram @riauzoneofficial.id, Senin (5/8/2024).

Ada tiga slide yang diunggahnya di instastory tersebut. Di slide pertama, farah mengunggah foto dirinya selfie bersama sang ibu yang diberi emotion love bertuliskan 'i'm still holdin' on to everything that's dead and'.

"Ma? Cepet banget perginya? Yeyen nakal ya? Yeyen minta maaf ya ma udah jadi anak yang kurang baik. Mama ga perlu mikirin yen lagi ya, yen baik disini. Mama baik disana ya, yen sayanggggg banget sama mama, tapi Allah lebih sayang mama jadi ngebawa mama ke sisi-Nya. Ma, skrg yen ga bisa kuat kayak yg mama mau, yen cengeng, jangan marah ya ma, nanti kalo kita ketemu lagi mama boleh kok marahin, tp skrg mama jauh, jadi mama belum boleh marah ya. Bantu yen kuat dri sana ya. Kalau udh saatnya kita ketemu kita cerita cerita lagi ya ma. Sampai ketemu lagi bulanku, yeyen sayang mamaaa," tulisnya di akun tersebut.

Di slide kedua, akun @farahfrnns, curhat bertuliskan kata-kata kenangan dan penyesalan dirinya semasa sang ibu masih hidup.

"Seandaikan pagi itu aku ngelarang mama pergi, apa aku masih bisa meluk mama hari ini? Seandainya mama lewat jalan lain, apa aku masih bisa ngeliat mama pulang dengan tersenyum? Seandainya aku kaya, mama ga perlu pergi kerja, apa mama bakal ngebukain aku pintu rumah dan bilang 'poyen mama sudah pulangg'," tulisnya lagi.

"Penyesalan satu persatu bermunculan. Seharusnya aku makan nasi yg mama masak pagi itu kalau tahu ternyata itu adalah masakan terakhir mama. Seharusnya aku selalu meluk dan cium mama, bukan hanya disaat hari raya, ulang tahun mama, dan juga hari terakhir aku melihatnya. Seharusnya aku ngeperlakuin mama lebih baik lagi, aku memang anak yg durhaka," tulisnya lagi.

"Kenangan pagi itu akan selalu akan kuingat, dimana mama minta maaf tidak sempat untuk memasak lauk dan bilang 'nanti beli lauk disimpang aja ya, mama blm sempat masak, mau ke pasar dlu. Bsk2 kalau mau beli lauk disana aja, enak-enak'," tulis akun itu.

"Ma, ga ada yang lebih enak dri masakan mama seharusnya aku bisa ngejawab seperti itu, tapi aku prrgi gitu aja"," tulisnya lagi.

"Banyak kata seandainya di pikiranku, penyesalan selalu berkecamuk dibenakku, tapi tidak ada kata seandainya dalam ketetapan Allah, tidak ada yang perlu disesali karna semua itu memang jalan yang terbaik untuk mama. Yeyen ikhlas kok ma, tapi yen cengeng, mama jangan sedih ya liat yen nangis. Bsk bsk yen bakal jadi anak yg kuat seperti yang mama mau," tulisnya.

"Ma, yen mau bilang kalau mama adalah ibu terbaik untuk yeyen. Mama ga akan ada gantinya. Mama adalah mama yeyen, selamanya akan jadi mama yeyen. Yeyen sayang mama," tulisnya.

Di slide ketiga, akun @farahfrnns mengunggah pesan chat ibunya. Di chat itu tertulis "sekarang mama minta yeyen jangan cengeng," tulis akun itu.

Unggahan itu mendapat respon sedih dari netizen. Ada puluhan like diberikan dan 24 komentar diberikan saat ini.

"Pliss  aku nangis bacanya, mau bilang aja selagi masih ada jangan disiak"kan," tulis akun @putra_er**

"Yang kuat ya dek," tulis akun eetang***

"Yang kuat ya kak farah," tulis akun @alrasy***. (*)