279 Juta Data Diduga Bocor

Aliansi Mahasiswa Desak Presiden Jokowi Copot Dirut BPJS Kesehatan

AKSI - Aliansi Pemuda Mahasiswa Anti Mafia (APMAM) menggelar aksi di Istana Negara, Mabespolri, dan Kantor Pusat BPJS, Senin (31/5/2021) | ist

Riaubisa.com, Jakarta - Aliansi Pemuda Mahasiswa Anti Mafia (APMAM) mendesak Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan, Ali Gufron Mukti dan Direksi Pengolahan dan Pengoperasian data BPJS kesehatan, dicopot dari jabatannya.

Pencopotan itu buntut dugaan 279 Juta data nasabah BPJS Kesehatan yang bocor ke publik. Selain nama Dirut BPJS dan direksi, ada 3 tuntutan lain yang digelar APMAM saat menggelar aksi di Istana Negara, Mabespolri, dan Kantor Pusat BPJS, Senin (31/5/2021).

"Investigasi menemukan bahwa akun bernama Kotz menjual data pribadi di Raid Forums. Akun Kotz sendiri merupakan pembeli dan penjual data pribadi (reseller)," kata Koordinator Lapangan (Korlap) Ali Imron R, dalam aksinya.

Dari pengakuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mengakui bahwa 279 Juta data bocor dan dijualbelikan secara online di Forum Hacker Raid Forums. Data itu diketahui milik nasabah BPJS Kesehatan.

"Berdasarkan hasil investigasi awal, Kemenkominfo mengungkapkan data-data yang bocor di internet itu identik dengan data nasabah BPJS Kesehatan," ungkap Ali.

Kebocoran data ini sempat viral dan menjadi perbincangan hangat dari warganet. Atas hal ini, mereka meminta BPJS Kesehatan Pusat dan Direksi harus bertanggungjawab secara hukum. "Kami menduga ada mafia para oknum yang terlibat membocorkan," cetusnya.

Atas kejadian ini, mereka juga mendesak Kapolri segera memerintahkan Bareskrim Polri untuk menyelidiki dugaan kebocoran data nasabah BPJS yang diperjualbelikan tersrbut dan menangkap para mafia data.

Selain itu, mereka juga mendesak BPJS kesehatan harus bertanggung jawab atas jual beli data nasabah BPJS, serta mendesak Kemenkominfo dan Badan Siber dan Sandi Negara, turut bertanggungjawab atas jual beli data nasabah BPJS.