Pasar Rakyat Palapa Pekanbaru Mampu Tampung 100 Pedagang

Riaubisa.com, Pekanbaru - Pasar Rakyat Palapa Kota Pekanbaru yang dibuka secara resmi oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan mampu menampung lebih kurang 100 pedagang. Keberadaan pasar tersebut tentu memberi kenyamanan bagi pedagang dan pembeli. 

Tak hanya itu, pasar rakyat tersebut juga diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kemajuan perekonomian masyarakat sebab telah disiapkan tempat berdagang atau berjualan.

Mewakili Pj Wali Kota Pekanbaru dan masyarakat, Asisten II Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Perdagangan Republik Indonesia yang telah berkenan membuka secara resmi pasar rakyat tersebut.

"Peresmian Pasar Rakyat Palapa ini tentunya bentuk kepedulian pemerintah pusat kepada Kota Pekanbaru," kata Ingot saat peresmian Pasar Rakyat Palapa Kota Pekanbaru, Senin (24/6/2024).

"Sesuai yang dikatakan Pak Menteri tadi pasar yang diresmikan ini bisa menampung hingga 100 pedagang," imbuhnya.

Ia menilai bahwa peresmian pasar Rakyat Palapa Pekanbaru ini menjadi kado indah untuk masyarakat sekitar sebab Kota Pekanbaru masih dalam suasana peringatan Hari Jadi Kota Pekanbaru yang ke-240.

Ia juga menyebutkan, Menteri Perdagangan Republik Indonesia tidak salah kalau sering datang ke Pekanbaru sebab dari 38 Provinsi yang ada di Indonesia, yang nama ibukotanya Pekan hanya Pekanbaru.

"Jadi genetiknya Pekanbaru ini memang pasar, perdagangan, dan jasa," ujarnya.

Ia berharap peresmian pasar rakyat tersebut tak hanya di situ, namun ada pembangunan lanjutan atau tahap 2 untuk pasar rakyat Palapa Kota Pekanbaru. 

"Tahap satu sudah selesai dan diresmikan. Kita berharap akan ada tahap 2 yang akan dilakukan. Mudah-mudahan perhatian pemerintah pusat terus berkelanjutan," pungkasnya.

Saat diwawancarai terkait pembangunan tahap 2, Menteri Perdagangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan akan menindaklanjuti, kemudian menyampaikan bahwa kalau pembangunannya menghabiskan anggaran di bawah 6 Miliar akan dilakukan oleh Kementerian Perdagangan.

"Insyaallah, kalau anggarannya di bawah 6 Miliar itu kita yang membangun, namun kalau lebih tinggi dari angka tersebut maka kita akan lihat, layak dan cocok. Kalau sesuai maka kita minta PU yang membangun," tutupnya. (*)