Janjikan Rumah Bantuan, Kades Polak Pisang Pungut Uang Warga
Riaubisa.com, Rengat - Puluhan Warga Desa Polak Pisang hampir 4 tahun menunggu program Rumah Lanyak Huni takkunjung terealisasi warga di pungut biaya administrasi dengan jumlah satu rupiah sampai dua juta rupiah oleh oknum Kepala Desa Polak Pisang di kecamatan Kelayang kabupaten Indragiri Hulu.
Kepala Desa Polak Pisang inisial US
warganya merasa di rugikan puluhan juta rupiah dari hasil pungutan administrasi di kutip dari warga kurang lebih 20 kepala keluarga (KK).
Dari 20 kepala keluarga warga yang kurang mampu sangat berharap rumah lanyak huni yang di impikan selama ini bisa terealisasikan.
"Kami sangat berharap bantuan rumah yang di gagas oleh Kades bisa diperjuangkan, kami sangat mengharapkan itu," Ucap warga kepihak media Rabu 16/8/2023 lalu.
Rokli sebagai warga calon penerima bantuan rumah menuturkan, pihaknya sangat mendukung program pemerintah dalam kemanusiaan yang di gagas oleh kepala desa.Tapi hingga saat ini belum terwujud apakah ini suatu tipuan? kami sangat kawatir hingga kabar selanjutnya hanya mendapatkan keterangan " sabar aja sudah kami urus" jawab Kepala Desa kepada warga itu saja, katanya.
Berdasarkan informasi dari masyarakat polak pisang, wartawan Bualbual Inhu mencoba menghubungi kepala Desa melalui telepon seluler dan konfirmasi melalui WhatsApp tidak ada jawaban.
Kemudian salah satu pengurus panitia pelaksana pihak dari kepala desa bernama Hengki membenarkan, bahwa pungutan bianya administrasi ada di diterima dengan bervariasi, 1 juta rupiah hingga 2 juta rupiah dari warga calon penerima bantuan rumah.
"Pungutan biaya administrasi tidak ada unsur pemaksaan hanya saja keperluan operasional itupun hanya sekali saja," kata Hengky kepihak media.
Kemudian di jelaskan Program rumah bantuan ini sudah pengajuan tahap satu dan sudah di sampaikan agar warga calon penerima bantuan rumah bersabar aja, tuturnya dengan nada santai.
Dari hasil konfirmasi pihak media langsung ke masyarakat polak pisang pada Rabu 16/8/2023.Puluhan masyarakat berkumpul di rumah ahmad meyampaikan, berharap agar pihak pemerintah Desa polak pisang bisa mewujudkan rumah layak huni yang di janjikan.
"Jika hanya menunggu waktu tidak ada kepastian uang administrasi yang diterima oleh pihak perintah Desa agar di kembalikan," Sebut Rokli dengan wajah sedih.
Berdasarkan keterangan dari masyarakat uang yang di berikan biaya administrasi itu pinjaman dari tetangga sedangkan warga hanya bekerja serabutan yang tidak pasti dapat penghasilan setiap hari. (Tupang)






