Warga Bengkalis Tewas Dianiaya dengan Excavator di Kalimantan, Jenazah Diterbangkan ke Riau

Agus Purba (31) warga Jalan Lintas Pekanbaru Duri Rt/Rw 003/001 Desa Pangkalan Libut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau yang dianiaya dengan excavator. (TRIBUNKALTARA.COM/ HO-Arjuna Keluarga Korban)

Riaubisa.com, Nunukan - Jenazah Agus Purba (31) yang meninggal dunia di area pabrik kelapa sawit PT BHP (Bulungan Hijau Perkasa), Desa Sujau, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sudah dipulangkan ke kampung halaman, Sabtu (15/04/2023), pagi.


Diberitakan sebelumnya, karyawan kontraktor PT Andal Tunas Mandiri aniaya karyawan PT BHP hingga meninggal dunia, pada Jumat (14/04/2023), di area pabrik kelapa sawit PT BHP.


Penganiayaan menggunakan alat berat jenis excavator oleh Ezron Hutagaul selaku operator excavator PT Andal Tunas Mandiri terhadap dua orang karyawan PT BHP.


Terhadap karyawan PT BHP atas nama Agus Purba (31) meninggal dunia di tempat, lantaran terkena dan tertindih baket excavator.


Sementara karyawan PT BHP atas nama Muhammad Nasruddin Mangunsong (33) mengalami luka ringan.


Manager Umum PT BHP di Kecamatan  Sebuku, Nanang Haryjono mengatakan manajemen perusahaan bertanggungjawab terhadap meninggalnya seorang karyawan PT BHP atas nama Agus Purba.


"Tentu kami bertanggungjawab terhadap pemulangan jenazah karyawan kami. Karena itu sudah jadi ketentuan sebuah perusahaan," kata Nanang Haryjono seperti dilansir TribunKaltara.com, Sabtu (15/04/2023), pukul 13.00 Wita.


Diketahui Agus Purba merupakan warga Jalan Lintas Pekanbaru Duri Rt/Rw 003/001 Desa Pangkalan Libut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.


"Dua karyawan kami ikut dampingi pemulangan jenazah sampai di kampung halamannya. Kemungkinan jenazah sampai di Pekanbaru pukul 17.00 Wita. Biaya sepenuhnya jadi tanggung jawab perusahaan bahkan sampai pemakaman," ucapnya.


Menurut Nanang, PT Andal Tunas Mandiri sudah menjadi rekanan kontraktor sejak PT BHP berdiri di Sebuku.


"Kami belum tindak lanjuti ke rekanan kontraktor. Kami fokus dulu soal pemulangan jenazah karyawan kami. Kontraktor ini sudah hampir 5 tahun jadi rekanan kami. Mulai pabrik berdiri mereka sudah jadi kontraktor," ujarnya.


Tinggalkan Istri dan Bayi


Wafatnya Agus Purba meninggalkan istri dan seorang bayi laki-laki berumur 18 bulan.


"Istri dan bayinya almarhum tadi sama-sama berangkat ke Pekanbaru," ungkap Nanang.


Sekadar diketahui, ada sekira 800 lebih karyawan PT BHP di Sebuku, baik yang bekerja di kebun maupun di pabrik.


"Di pabrik itu ada puluhan karyawan. Mereka semua punya BPJS Kesehatan, upah UMR, uang lembur ada, tunjangan beras juga ada, dan tinggal di mess," tutur Nanang.


Hingga berita ini diturunkan, jajaran Polsek Sebuku masih lakukan pencarian terhadap pelaku pembunuhan. Disinyalir pelaku masih berada di kawasan hutan dekat perusahaan. (*)