siCANTIG Wujudkan Pekanbaru Sebagai Kawasan Mandiri Pangan

Kepala Disketapang Kota Pekanbaru Ir Hj El Syabrina MP.

Riaubisa.com, Pekanbaru - Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Pekanbaru terus berupaya meningkatkan kualitas ketahanan pangan bagi warga Kota Pekanbaru. Satu di antaranya dengan melahirkan inovasi Lokasi Cadangan Pangan Terintegrasi (Sicantig) pada tahun 2021.

Sicantig dirancang sedemikian rupa bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, edukasi, pariwisata dan bagaimana nantinya menjadikan Pekanbaru sebagai Kawasan Mandiri Pangan (KMP).

Dengan demikian, inovasi ini bisa menjadi penyangga dan pemberdayaan produksi pangan lokal dengan dukungan sarana prasarana yang memadai, serta terintegrasi mulai dari hulu sampai hilirnya.

Sicantig merupakan Kawasan Agrowisata, lokasi pembelajaran komoditas pertanian, peternakan dan perikanan dari aspek hulu (budidaya) hingga hilir (pengolahan dan pemasaran hasil). Di tengah Kawasan dibuat Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), juga terdapat lumbung pangan dan pengolahan pangan.

Luas kawasan adalah 5 Hektare, berlokasi di Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat Kota Pekanbaru. "Kami sebut dengan suguhan edutainment (Edukasi dan entertainment/Lahan Pembelajaran dan Hiburan alam)," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru Ir Hj El Syabrina MP, dalam ekspos beberapa waktu lalu.

Dalam upaya menggali potensi agrowisata Sicantig di Kelurahan Agrowisata, katanya, telah dituangkan dalam Master Plan Sicantig yang dilakukan secara independent oleh Pihak Ketiga.

Penerbitan dokumen Master Plan dimaksud bertujuan untuk:

1) Memperoleh gambaran rincian Anggara Biaya yang memadai sebagai lokasi pembangunan agrowisata berwawasan lingkungan pada Kawasan Sicantig;

2) Sebagai acuan dalam mengkaji kebijakan/regulasi Pemerintah Kota Pekanbaru dalam penyediaan dana untuk pengembangan Kawasan Sicantig;

3) Menghimpun peran serta seluruh stakeholders terkait, meliputi: pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan stakeholder terkait lainnya.

"Hal ini sejalan dengan Visi Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, yakni terwujudnya ketahanan pangan rumah tangga menuju kemandirian pangan Kota Pekanbaru dan Misi untuk mewujudkan ketersediaan pangan keluarga dalam mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki, mewujudkan penguatan cadangan pangan untuk ketahanan pangan masyarakat serta mewujudkan penganekaragaman pangan berbasis sumberdaya lokal menuju konsumsi pangan yang cukup, beragam, bergizi seimbang sesuai dengan kualitas referensi pangan masyarakat," ungkap El Syabrina.

Selain itu, katanya, juga dilatar belakangi semakin berkurangnya lahan produktif dan tingginya alih fungsi lahan. Kemudian, 60 persen petani Indonesia berusia di atas 45 tahun, dan tidak menarik bagi generasi muda. (*)