Baznas Riau Luncurkan Program Pulau Zakat untuk Bangun Ekonomi Masyakarat

Gubernur Riau, H Syamsuar menyerahkan zakat kepada Baznas Riau dalam peluncuran Gerakan Cinta zakat di Gedung Daerah Balai Serindit, Kamis (22/4/2021)/mcr

Riaubisa.com, Pekanbaru - Ketua Baznas Provinsi Riau, Saidul Amin memaparkan beberapa program unggulan yang saat ini sedang dijalankan Baznas Riau untuk membangun ekonomi masyarakat di Provinsi Riau.

Ia menjelaskan, program pertama yaitu Baznas Riau sedang membuat pulau zakat yang diadakan di dua tempat, yaitu di Pulau Mendul Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan dan di Pulau Rupat Utara.

Saidul menerangkan, pembangunan pulau zakat di dua pulau ini karena kedua pulau ini termasuk pulau yang terluar, sehingga Baznas perlu menjadikan pulau itu menjadi pulau zakat.

Jelasnya, saat ini di pulau zakat sedang didirikan semacam Islamic Center kecil-kecilan yang menjadi pusat pendidikan, pusat ekonomi, bahkan pusat pembinaan mualaf bahkan adanya pusat rehabilitasi narkoba.

    "Dengan semangat berzakat kita hidupkan pulau tersebut yaitu di Pulau Mendul dan Pulau Rupat," ungkapnya.

    Melihat kondisi perekonomian masyarakat pada hari ini banyak keluhan dari sekolah-sekolah swasta, madrasah, pondok pesantren, di mana banyak anak-anak yang kesulitan membayar SPP karena kondisi keluarga kurang mampu, maka Baznas Provinsi Riau bergerak aktif membayarkan uang sekolah siswa miskin dan tidak mampu membayar uang sekolah tersebut. 

    "Kita berharap dengan program seperti ini maka sekolah akan terus berkembang dan pelajar-pelajar akan tetap bisa belajar," ucapnya.

      Dia menambahkan, bukan hanya sekedar membayar SPP siswa, saat ini Baznas Riau juga mendirikan asrama-asrama Baznas di perguruan perguruan tinggi yang ada di Provinsi Riau.

      Salah satu tempat percontohan adalah di Universitas Lancang Kuning, dimana para pelajar miskin di asrama Baznas diberikan biaya kuliah dan juga diberikan biaya untuk modal usaha.

      "Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perikanan Provinsi Riau yang sudah banyak membantu Baznas memberikan bantuan bimbingan kepada pelajar-pelajar miskin yang ingin berusaha di bidang peternakan ikan," ucapnya.

        Siadul menjelaskan, saat ini bantuan yang diberikan Baznas bersifat produktif dibandingkan dengan konsumsi, ia berharap zakat yang didistribusikan itu 70% bersifat produktif hanya 30% saja lagi yang bersifat konsumtif.

        Menurutnya, program-program yang dilaksanakan ini tidak akan dapat dilaksanakan secara baik jika tidak didukung didukung oleh Pemprov Riau dan Kanwil Kemenag Riau.

        "Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung, kita berharap di masa kini dan masa yang akan datang zakat betul-betul bertahta di hati masyarakat khususnya masyarakat Provinsi Riau," tuturnya.