Ketua PKK Pekanbaru dan Kadisketapang Bicara Program Kemandirian Pangan
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekanbaru, Raja Rilla Mustafa dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Kadisketapang) Kota Pekanbaru, El Syabrina, saat menjadi narasumber dalam kegiatan dialog di salah satu stasiun televisi yang ditaja Disketapang Pekanbaru, Selasa (7/2/2023).
Riaubisa.com, Pekanbaru - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekanbaru, Raja Rilla Mustafa dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Kadisketapang) Kota Pekanbaru, El Syabrina, menjadi narasumber dalam kegiatan dialog di salah satu stasiun televisi yang ditaja Disketapang Pekanbaru, Selasa (7/2/2023).
Dalam dialog tersebut, hal yang menjadi titik sentral adalah persoalan kaum ibu-ibu yang memegang peranan penting dalam memastikan kebutuhan pangan dan gizi anggota keluarga.

"Memberdayakan peran kaum ibu melalui program kemandirian pangan dan ketahanan pangan keluarga menjadi hal yang penting untuk dilakukan saat ini," ucap Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pekanbaru, Raja Rilla, dalam dialognya.

Dia menjelaskan, hal yang paling krusial yakni mulai dari masalah kecukupan, keragaman, kebersihan dan kelayakan pangan dikonsumsi keluarga, semua akan sangat tergantung dari pilihan kaum ibu-ibu. Apalagi bila dikaitkan dengan penanganan stunting di perkotaan.
''Tidak ada pilihan selain ikut memberdayakan kaum ibu-ibu. Karena itu, Pemko sangat mendukung keberadaan Kelompok Wanita Tani (KWT),'' kata dia lagi.

Sementara itu, Kepala Disketapang Pekanbaru, El Syabrina dalam dialognya juga berharap pengembangan kelompok tani wanita meski diprioritaskan kepada kelompok khusus ayam kampung bukan ras serta perikanan bioflog.
Tak harus besar-besar. Sama halnya dengan cabai yang ditanam di dalam pot atau sayuran yang ditanam menggunakan sistem tabulapot dan sejenisnya, maka ternak ayam dan ikan ini juga kita arahkan bagaimana untuk memenuhi kebutuhan protein.

''Kita berusaha membangun kemandirian pangan keluarga, khususnya mereka yang tinggal di daerah-daerah yang jauh dari pasar," paparnya.
Termasuk juga rencana mencari bantuan dari Kementerian atau pemerintah pusat untuk penyediaan mobil pangan yang fokusnya untuk mensuplai kebutuhan pangan di daerah-daerah jauh dan di pelosok.

"Langkah-langkah seperti itu perlu menjadi pertimbangan untuk memastikan bahwa di satu kawasan tidak terjadi kesulitan masyarakat mengakses pangan termasuk harga yang terlalu mahal yang menyebabkan masyarakat tidak mampu membeli," jelasnya.
El Syabrina juga tak lepas mengajak seluruh kaum ibu dan wanita, khususnya di Pekanbaru untuk tetap memanfaatkan lahan se efektif mungkin untuk mengembangkan potensi pangan keluarga secara mandiri.

''Kalau setiap ibu menanam di rumah, artinya, mereka menyelesaikan satu persoalan di rumah, yakni pangan. Menanam cabai, sayuran, bisa mengurangi beban belanja yang artinya juga membantu menekan dampak inflasi, bukan saja terhadap daerah, namun juga terhadap keluarga,'' tutup dia. (*)






