Diduga Ada Penyelewengan, Sekda Kuansing Dituding tak Transparan Terkait Festival Pacu Jalur

Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisaso (HMI-MPO) Kuantan Singingi (Kuansing) menggelar aksi solidaritas di Tugu Carano Teluk Kuantan, Jumat (23/9/2022)

Riaubisa.com, Teluk Kuantan - Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Kuantan Singingi (Kuansing) menggelar aksi solidaritas di Tugu Carano Teluk Kuantan, Jumat (23/9/2022).

Dalam aksinya, sejumlah mahasiswa ini menuding Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing, Dedy Sambudi, tidak transparan dalam mengumumkan sumbangan dan pemasukan dalam Festival Pacu Jalur Tahun 2022.

"Ada dugaan penyelewengan kebijakan yang diputuskan oleh Dedy Sambudi selaku Ketua Panitia Festival Pacu Jalur Nasional Tahun 2022 di Kuansing," kata Korlap aksi, Ronaldo Januar Putra, dalam aksinya.

Dia menjelaskan, dari data hasil investigasi yang di lakukan oleh tim, ditemukan kejanggalan yang perlu diketahui oleh publik.

Kejanggalan itu, diantaranya saat tim melakukan audiensi di Dinas Pariwisata Kuansing, Selasa (6/9/2022) lalu, dalam meminta data.

Yang mana dalam audiensi itu Kepala Dinas Pariwisata Kuansing Azhar Ali, enggan memberitahu jumlah total sumbangan yang masuk dari sponsor.

"Mereka (Dispar) enggan memberitahu karena atas perintah Sekda Kuansing selaku Ketua Panitia Pacu Jalur," ungkapnya.

Tidak hanya itu, PT. Riau Andalan Pulp and Paper (PT. RAPP) dalam data yang ada membantu penyelenggaraan Festival Pacu Jalur Nasional Tahun 2022 sebesar Rp 700 juta.

"Yang diserahkan panitia pacu jalur lebih kurang Rp 300 juta sampai dengan Rp 350 juta. Peruntukan dana ini sampai saat sekarang belum jelas ujung pangkal nya," cetusnya.

 

Belum lagi kata dia, sumbangan lain dari sponsor Rumah Makan berupa hadiah, serta sewa lapak pedagang Rp 800 ribu per meter yang disinyalir diluar harga kewajaran tanpa ada landasan Peraturan Daerah (Perda) ataupun Peraturan Bupati (Perbup).

"Belum lagi sponsor dari rokok, makanan, minuman dan perusahaan perkebunan yang ada di Kuansing sampai dengan hari ini belum tahu jumlah nya yang kita duga masih diselundupkan oleh Sekda Kuansing selaku ketua panitia. Termasuk itu, honor dan hadiah perlombaan yang belum dibayarkan oleh pihak panitia," jelasnya.

Dengan adanya dugaan persoalan itu, mahasiswa mengajak seluruh elemen masyarakat kuansing untuk ambil bagian turun ke jalan dan meramaikan aksi di Depan Kantor DPRD Kuansing, Senin (26/9/2022) mendatang.

"Mengingat pacu jalur masuk dalam kalender nasional, untuk itu HMI Kuansing meminta semua elemen di negeri ini turun tangan membenahi permasalahan tersebut," pintanya. (*)