DBD di Pekanbaru Tinggi, Dewan Desak Diskes Action
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, H Ervan
Riaubisa.com, Pekanbaru - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, H Ervan, mendesak tim dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, mengambil langkah langkah dalam penanggulangan DBD di Pekanbaru.
"Ini harus ada action di tengah masyarakat. Diskes harus lakukan pemetaan, analisa," kata H. Ervan, Senin (19/9/2022).
Untuk diketahui, Kota Pekanbaru menjadi yang tertinggi positif kasus DBD se Provinsi Riau. Medio Januari hingga Agustus 2022, dari ekspos Dinkes Provinsi Riau, Pekanbaru tercatat memiliki kasus tertinggi.
Menurut Ervan, masalah DBD ini tidak dianggap sepele, apalagi jumlah kasusnya terus meningkat. Tentunya ini harus menjadi perhatian bersama dan Pemko harus segera mengambil sikap dan langkah-langkah dalam penanggulangan.
Menurut dia lagi, kasus DBD tinggi di masyarakat ini, perlu dilakukan koordinasi hingga ke puskesmas dan pustu dengan melibatkan perangkat RT/RW.
"Langkah cepat bisa dilakukan fogging ke daerah yang tinggi kasus DBD nya, bertahap hingga ke daerah yang sedikit, harapannya kasus ini bisa diatasi dengan bersama-sama, karena dampak DBD ini juga berbahaya bagi masyarakat, " tuturnya.
Tidak hanya itu, langkah lain yakni Pemerintah mengajak masyarakat untuk menggalakkan kebiasaan untuk bergotong rotong (Goro). Agar budaya gotong royong, dan cinta terhadap lingkungan itu dapat hidup kembali.
"Harus bersama-sama, apalagi saat ini merupakan musim penghujan pertumbuhan DBD sangat cepat bila kepedulian kita terhadap kebersihan lingkungan kurang baik," sebutnya. (*)






