Soal Kurikulum Merdeka, Disdik Pekanbaru Akui Sudah Lakukan Sosialisasi
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas
Riaubisa.com, Pekanbaru - Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi
Saat ini, Disdik Pekanbaru telah mensosialisasikan tentang kebijakan Kurikulum Merdeka ini kepada satuan pendidikan
Terkait Kurikulum Merdeka yang akan diterapkan nanti di Kota Pekanbaru, Kabid SMP Disdik Pekanbaru Nurbaiti, menjelaskan, Kurikulum Merdeka diterapkan di sekolah penggerak dan di sekolah yang bersedia secara mandiri menerapkan IKM.

Ada 3 pilihan atau rekomendasi dalam pelaksanaan IKM. Masing masing mandiri belajar, yakni sekolah menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan.
Selanjutnya pilihan 2, yakni mandiri berubah, yaitu sekolah menerapkan Kurikulum Merdeka menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1,4,7 dan 10 (disediakan dari Kemendikbud).
Terakhir, pilihan mandiri berbagi, yakni menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar di satuan pendidikan PAUD, kelas 1,4,7 dan 10.
"Kurikulum Merdeka wajib diterapkan di sekolah penggerak, yang telah ditunjuk sebagai pelaksana oleh Kemendikbud. Namun pemerintah memberikan kesempatan bagi satuan pendidikan, yang siap dan bersedia menerapkan Kurikulum Merdeka secara mandiri," kata Nurbaiti. Rabu (3/8/2022)

Sementara itu, Kadisdik Pekanbaru, Ismardi Ilyas menambahkan, saat ini, Disdik Pekanbaru telah mensosialisasikan tentang kebijakan IKM ini kepada satuan pendidikan, pengawas dan kepala sekolah. Tidak ada paksaan untuk pelaksanaanya. Sebab, disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan sekolah.
"Kurikulum Merdeka ini sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, yang dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter, serta kompetensi peserta didik, sejauh ini sudah seratus sekolah yang sudah kita lakukan sosialisasi terkait kurikulum Merdeka," ungkapnya. (*)






