Maretsum Simanullang Sebut Taman Gembira Durilengkeng Contoh Nyata Tanah Riau Subur
Wagubri Edy Nasution saat meninjau Taman Gembira Durilengkeng miliknya.
Riaubisa.com, Pekanbaru - Sebagian besar lahan di kota Pekanbaru merupakan lahan gambut. Hal itu membuat masyarakat yakin tanaman komoditas seperti durian, kelengkeng, mangga, dan lainnya sulit untuk tumbuh.
Namun, keraguan tersebut ditangkal oleh keberhasilan yang telah dilakukan seorang Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution.
Saat ini, Wagubri memiliki kebun dengan luas lahan kurang dari satu hektar yang berlokasi di Jalan Karya Bersama Kecamatan Tenayan Raya (Simpang BPG) Kota Pekanbaru. Disana ditanami dengan berbagai jenis tanaman seperti durian, kelengkeng, mangga, dan beberapa jenis tanaman lainnya.
"Luas lahan ini kurang dari satu hektar, 4.500 meter ditanami 53 durian dengan 11 varitas, 2.000 meter untuk kelengkeng, dan ada juga beberapa tanaman lainnya," kata Wagubri saat berada di kebun percontohan miliknya, Kamis (18/8/2022).
Edy Nasution mengaku dulunya lahan tersebut dibeli dari adiknya dan dalam kondisi hutan, karena dianggap lahan tersebut adalah gambut, Wagubri mengatakan masyarakat disana tidak yakin tanaman komoditas unggulan bisa berhasil tumbuh dan berbuah.
Oleh Wagubri, lahan itu dimanfaatkan meskipun masyarakat telah meyakini bahwa dilahan gambut tanaman tidak bisa tumbuh.
Langkah tersebut diambilnya sewaktu pandemi Covid-19 mulai masuk ke Provinsi Riau dan mengharuskan gerak masyarakat harus dibatasi. Dua tahun pandemi, dilakukan Wagubri untuk menggarap lahan perkebunan tersebut dengan penuh keseriusan ditengah mengisi kekosongan akibat Covid-19.
"Pandemi tidak boleh membuat kita untuk tidak produktif," sebutnya.
Kini, keseriusan Edy Nasution membuahkan hasil, lahan gambut yang dulunya dianggap tidak akan bisa berhasil dapat dibuktikan dengan tumbuh suburnya berbagai tanaman komoditas hortikultura itu.
"Dilahan gambut ini bisa tumbuh tapi harus dengan perlakuan-perlakuan khusus. Saya memanggil ahlinya yang juga staf saya untuk meneliti tanah ini apakah bisa ditanami atau tidak, dia (staf) bilang bisa tetapi harus dengan perlakuan khusus, dan sekarang alhamdulillah bisa berhasil dan bahkan sudah ada satu pohon durian yang sudah berbuah. Jadi intinya serius dan fokus," jelas Wagubri.
Perkebunan percontohan itupun diberi nama Taman Bahagia Duri Lengkeng, dengan harapan setiap pengunjung nantinya bisa bahagia dan menikmati.
"Karena membuat orang yang berkunjung merasa bahagia, dan juga mengundang rasa penasaran, lengkeng kok berduri ?," ucapnya sembari tersenyum.
Menanggapi hal tersebut, Sub Koordinator Pemasaran dan Investasi, Dirjen Pengolahan Hasil Tanaman Pangan, Kementarian Pertanian, Maretsum Simanullang menilai itu bisa dijadikan percontohan yang bagus.
Meskipun memiliki lahan gambut, Maretsum mengimbau masyarakat tidak langsung meyakini bahwa tanaman tidak akan berhasil tumbuh, karena Wagubri telah membuktikan tanamannya bisa tumbuh dan berbuah meskipun dilahan gambut.
"Ini contoh yang bagus, ada praktek dan ada contoh yang riil dilapangan. Apalagi kondisi tanah di lahan Pekanbaru adalah lahan rawa atau gambut, apa bisa tumbuh bagus ?
Tapi bisa dibuat dan dibuktikan pak Wagubri, Edy Nasution," imbuhnya.
Dikatakan Maretsum, Indonesia masih menjadi negara yang mengimpor buah-buahan seperti kelengkeng, durian, mangga, pepaya, dan buah lainnya. Ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan lahan yang ada untuk ditanami komoditas unggulan lainnya, sehingga Indonesia bisa memasok buah dari dalam negeri.
"Buah seperti durian, kelengkeng dan lainnya banyak yang impor, tapi dengan adanya contoh nyata dari pak Wagubri ini apalagi didukung dengan kesuburan tanah diberbagai daerah bisa dimanfaatkan dan menanam apa saja," tutup Maretsum. (*)






