Masyarakat Solo di Riau Curhat Harga Pangan, Ini Kata Gubri Syamsuar

Gubernur Riau Syamsuar (tengah) ketika hadir di acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Paguyuban Masyarakat Solo Riau (PAMOR), di Pekanbaru, Sabtu (13/8/2022) malam.

Riaubisa.com, Pekanbaru - Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Solo Riau (PAMOR), Bagus Santoso menyampaikan kondisi harga bahan baku pangan tidak stabil. Hal itu ia katakan langsung kepada Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution. 

Bagus mengungkapkan, saat ini harga bahan baku pangan tidak stabil, terlebih lagi untuk kedelai. Walaupun begitu, ia malaporkan harga daging masih terbilang aman. Untuk itu ia beserta para anggota paguyuban berarap ada kebijakan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. 

Dijelaskan dia, mayoritas pengurus dan anggota PAMOR berusaha bergerak dalam sektor kuliner. Dengan begitu kebutuhan ketersediaan bahan baku saat ini sangatlah besar sekali. 

"Sebagai gambaran, kami memerlukan 3 ton daging dalam perhari. Maka diperkirakan ada perputaran yang besar. Tetapi Alhamdulillah harga daging masih stabil. Namun, untuk harga kedelai harganya naik tidak stabil. Kami tetap menunggu kebijakan dari pemerintah,” kata Bagus saat acara HUT ke-5 PAMOR di Pendopo Karang Kedempel PAMOR, Pekanbaru, Sabtu (13/8/2022) malam. 

Dikatakan dia, kehadiran Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau, menjadi momentum penyampaian aspirasi dari setiap anggota paguyuban yang mayoritas berprofesi sebagai pelaku Usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Ia melanjutan, PAMOR diisi dari berbagai latar belakang profesi. Namun, terdapat 1.037 orang yang merupakan pelaku usaha kuliner. Berdasarkan data dari Paguyuban Pedagang Bakso Seluruh Riau (PBSR) terdapat 307 warung bakso di Kota Pekanbaru. 

“Keluarga besar PAMOR mayoritas berprofisi pelaku UMKM dan selebihnya beraneka ragam profesinya. Untuk pelaku usaha sudah beranak pinak menjadi warga Riau. Pamor begitu lengkap latar belakang dari berbagai profesinya ada 1.037 pelaku usaha mikro. seperti contoh yang di Kota pekanbaru dari data PBSR 307 warung bakso,” sambung Wakil Bupati Bengkalis itu. 

Merespon kondisi ini, Gubernur Riau Syamsuar menjelaskan, bahwa kenaikan harga tersebut merupakan permasalahan yang sedang dialami oleh seluruh dunia. Saat ini pemerintah sedang mengatasi kenaikan harga bahan pangan di seluruh Indonesia. 

“Tadi mas Bagus menyampaikan beberapa masalah tentang kenaikan bahan pangan, seperti kedelai. Jadi saya juga telah menanyakan kepada Asisten II Pembangunan dan Ekonomi Setda Kota Surakarta, Gatot Sutanto, menurut beliau kondisinya sama saja keadaannya," kata Syamsuar. 

"Jadi artinya persoalan ini bukan hanya daerah kita, bukan hanya negara kita saja. Namun, permasalahan ini juga terjadi di dunia. Tetapi kita bersyukur pemerintah kita bisa mengatasinya,” imbuhnya. 

Gubri mengungkapkan ada berbagai faktor yang menyebabkan tidak stabilnya harga tersebut, seperti salah satunya konflik antara Rusia dan Ukraina. 

“Apalagi adanya peperangan Rusia dan Ukraina, mereka juga penghasil migas serta bahan pangan seperti terigu. Artinya perlu saya sampaikan, ini harus kita hadapin secara bersama. Yang jelas pemerintah pasti konsen dengan hal itu,” terangnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa Pemerintah provinsi Riau telah melakukan rapat terkait pengendalian inflasi. Kemudian, pada tanggal 18 Agustus mendatang, Presiden akan mengadakan pertemuan dengan setiap Gubernur untuk membahas inflasi.

“Saya beberapa hari yang lalu sudah mengelar rapat tentang pengendalian inflasi ini, insyaallah juga tanggal 18 nanti bapak Presiden akan mengumpulkan setiap Gubernur hadir dalam rapat tentang inflasi ini. Yang menjadi persoalan inflasi di Riau terpengaruh pada harga cabai untuk bawang merah tidak,” katanya.

 

Melihat hargai cabai di Riau sangat melambung tinggi, Gubernur Riau akan melakukan operasi pasar supaya masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih murah. 

Ia juga berpesan, kepada masyarakat agar bisa dapat memanfaatkan halaman rumahnya untuk menanam cabai. Karena itu dapat meminimalisir pengeluaran uang belanja untuk membeli cabai.

“Walaupun kami juga melakukan operasi pasar supaya nanti harga cabai bisa murah tetapi itukan sifatnya hanya sementara. Jadi mari kita memanfaatkan semaksimal mungkin lahan pekarangan rumah kita untuk menanam sayuran seperti cabai, ini dilakukan minimal untuk mengurangi uang belanja membeli cabai.” tutupnya. (*)


Berita Terkait