Sri Indarti Terpilih Sebagai Rektor Unri Periode 2022-2026

Prof. Dr Sri Indarti

​​​​​​Riaubisa.com, Pekanbaru - Prof. Dr Sri Indarti terpilih sebagai rektor Universitas Riau periode 2022-2026 melalui rapat senat tertutup di Ruang Rokan Rektorat Unri, Rabu (27/7/2022). 

Prof. Dr Sri Indarti merupakan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unri periode 2014-2018 dan 2019-2023. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Manajemen periode 2001-2003, Koordinator Prodi S2 Manajemen Wakil Dekan I.

Dalam pemilihan melalui rapat tertutup dimulai pukul 09.30 wib dan berakhir pukul 11.50 wib, Sri Indarti menang telak dengan meraih 48 suara.

Sementara dua pesaingnya, masing-masing Prof Dr H Iwantono M.Phil yang merupakan Wakil Rektor III Unri hanya mendapat 15 suara, dan dosen Perikanan dan Kelautan Ir H Deni Efizon M Sc hanya mendapat 14 suara.

Rapat tertutup ini dihadiri oleh Senat Unri 50 orang, perwakilan Kemendikbudristek 27 orang, serta ketiga calon rektor terpilih yang sebelumnya sudah diwawancarai oleh Kemendikbudristek pada Senin (25/7/2022) lalu.

Terpilihnya Sri Indarti sebagai rektor Unri terpilih dibenarkan Elfizar selaku Ketua Panpilrek Unri. "Proses semuanya lancar sesuai rencana kita, tidak ada gangguan dan berjalan dengan happy-happy aja," kata Elfizar.

Elfizar mengatakan agenda selanjutnya setelah terpilihnya Sri Indarti, adalah menunggu proses pelantikan rektor periode 2022-2026. 

"Agenda selanjutnya tentu menunggu pelantikan setelah masa jabatan rektor sekarang habis, tentatifnya 20 Desember 2022," tutupnya.

Sebagai Rektor terpilih, ada dua hal menjadi arah kebijakan Sri Indarti, yakni menjadikan UNRI PTNBH dan go internasional tahun 2025 dengan tagline “Srikandi UNRI 2022-2026 Kreatif, Amanah, Networking, Dedikasi dan Integritas”.

 

Tentunya dengan tagline ini menjadi hal yang memajukan universitas dengan pola dua program arah kebijakan, kemudian kampus merdeka dimana untuk mencapai tujuan PTNBH tahun 2025 dan go internasional dengan adanya center of excellent disetiap fakultas dan wawasan kebangsaan yang menjadi sangat penting saat ini untuk menjadi negara bersatu dan kuat. (*)