Pemprov Riau Apresiasi BNPP RI Gelar Pelatihan Penanganan Stunting di Kawasan Perbatasan

Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Masrul Kasmy

Riaubisa.com, Pekanbaru - Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Masrul Kasmy mengapresiasi Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) menggelar pelatihan penanggulangan stunting di kawasan perbatasan khusus di Provinsi Riau tahun 2022.

Ia mengatakan, mengenai tentang stunting, ini adalah kondisi gagal tumbuh anak di usia lima tahun, akibat kekurangan gizi kronis, dan infeksi berulang terutama di usia 1000 hari pertama kehidupan atau HPK.

"Di mana bayi dan balita di bawah usia dua tahun yang mengalami stunting akan memiliki kecerdasan yang tidak maksimal," katanya, Rabu (22/06/2022), di Hotel Bono Pekanbaru.

Menurutnya, anak yang terkena stunting akan menjadi anak yang lebih rentan terhadap penyakit di masa yang akan datang dan resiko turunnya terhadap produktivitas. Pada akhirnya, secara luas stunting dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan, dan memperlebar ketimpangan.

Ia mengungkapkan, persoalan stunting itu hal yang penting untuk dibahas. Apalagi khususnya di kawasan pesisir, ia menyebutkan hal ini merupakan suatu yang tak logis karena daerah pesisir dengan mayoritas masyarakat hidup sebagai nelayan yang menghasilkan banyak ikan. Sedangkan kandungan dalam ikan memiliki kandungan yang bagus untuk gizi.

"Namun kenyataannya, di daerah pesisir terdampak stunting," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap melalui pelatihan pencegahan stunting di kawasan perbatasan ini mendapat langkah- langkah yang strategis terhadap pencegahan stunting ini. 

"Pelatihan ini suatu yang tepat di daerah perbatasan, sehingga perlu motivasi yang tinggi saya kita memang ada satu langkah-langkah yang di lakukan secara strategis terhadap penanganan stunting di kawasan perbatasan," sebutnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat, Yedi Rahmat mengatakan bahwa di selenggarakan pelatihan ini merupakan kebijakan dari pemerintah pusat dengan pemerintah daerah serta bertujuan untuk memberikan pelatihan penanggulangan stunting di kawasan perbatasan.

Yedi menerangkan, pelatihan penanggulangan stunting di kawasan perbatasan ini di mulai 21 - 23 Juli 2022 mendatang dengan diikuti 55 orang peserta pelatihan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan, Jefri Apoly Rahawarin dan Pemprov Riau Masrul Kasmy yang telah hadir dan mendukung pelaksanaan pelatihan ini," tuturnya. (*)


Berita Terkait