Kursi Pimpinan Ditarik Paksa Kontraktor, ini Jawaban Plt Sekwan DPRD Pekanbaru

Kontraktor tarik paksa galeri galeri foto dari ruangan Pimpinan DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama, buntut tunggakan pembayaran hutang di Sekretariat DPRD Pekanbaru/ Foto: Istimewa

Riaubisa.com, Pekanbaru - Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DPRD Pekanbaru, Baharudin, mengaku bahwa pihaknya telah menyelesaikan persoalan antara kontraktor (vendor) dengan sekretariat DPRD Pekanbaru terkait penarikan paksa kursi dari ruangan pimpinan DPRD Pekanbaru, Ginda Burnama, Rabu (8/6/2022).

"Ada miss komunikasi antara sekretaris dan vendor. Tapi sudah selesai dan barang sudah dikembalikan," ucap Baharudin, dikonfirmasi riaubisa.com, Rabu malam.

Pihaknya saat kejadian langsung bergerak menjumpai kontraktor Hendrik, dalam menyikapi penarikan paksa kursi dari ruang pimpinan DPRD Pekanbaru.

Terkait adanya keluhan vendor tentang nominal pembayaran sebesar Rp 40 juta yang menunggak dan belum dibayarkan hingga saat ini, Asisten III Pemko Pekanbaru ini, enggan menjawab pertanyaan awak media.

"Yang penting saya sudah selesaikan dah, itu aja. Kita tidak bicara masalah uang, tidak ada masalah lah insya allah," ungkapnya.

Ditanya lagi terkait itikad baik, pihaknya sudah melakukan itikad tersebut dengan menyelesaikan dan berkomunikasi secara persuasif.

"Kita panggil semua tadi, apa masalahnya, dah kita selesaikan. Yang penting kami udah bicarakan,kita sudah lama kerjasama dengan orang itu, dalam perjalanan ada sedikit (masalah) biasalah," tukasnya.

 

Sebelumnya, pemandangan memalukan terlihat saat penyedia jasa vendor mengangkut kursi dan galeri yang ada di dalam gedung DPRD Kota Pekanbaru, Rabu (8/6/2022).

Penyedia Vendor, Hendrik, mengatakan, pihaknya terpaksa mengangkut kursi dan galeri yang ada di ruangan salah satu Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Ginda Burnama, karena belum ada itikad baik dari Sekretariat di DPRD Pekanbaru untuk membayar.

"Yang kita angkut tadi 2 unit kursi di ruangan Ginda sama 20 unit galeri (foto foto), sementara Handy Talk 2 unit masih sama mereka," ujar Hendrik.

Saat diangkut di dalam truk, Hendrik mengatakan dirinya langsung dihubungi oleh Plt. Sekwan DPRD Pekanbaru serta Kabag Umum Sekretariat DPRD Pekanbaru, untuk mengembalikan kursi dan unit galeri yang telah ditarik paksa.

"Mereka janji akan membayarkan sisa pembayaran ini. Nilai yang belum dibayarkan seluruhnya kurang lebih berkisar Rp 40 Juta," terangnya.

Hendrik menyebutkan, jika pihaknya sudah bersabar dalam menunggu itikad baik agar sisa kekurangan pembayaran dibayarkan.

Namun, setelah 3 tahun menunggu, itikad baik itu tidak digubris.

"Bahkan di APBD murni ini tunda bayar untuk penyediaan kursi dan galeri itu dicoret. Disitu saya kesalnya. Permintaan pimpinan terlalu banyak, saat ditagih tidak direspon, terpaksa saya angkat paksa," bebernya.

Hendrik menegaskan bahwa pihaknya bakal terus menangih janji tunggakan sisa pembayaran yang belum dibayarkan oleh sekretariat DPRD Pekanbaru.

"Kalau dikasih janji janji lagi dan sampai batas waktu tidak dibayarkan juga, kita takkan beri ampun, akan kita tarik paksa lagi semua," tegasnya. (*)