Nunggak 3 Tahun, Kursi dan Puluhan Galeri Ditarik Paksa Vendor dari Ruangan Wakil Ketua DPRD Pekanbaru

Pemandangan memalukan terlihat saat penyedia jasa vendor mengangkut kursi dan puluhan galeri yang ada di dalam gedung DPRD Kota Pekanbaru, Rabu (8/6/2022)/ Foto: Hendrik

Riaubisa.com, Pekanbaru - Pemandangan memalukan terlihat saat penyedia jasa vendor mengangkut kursi dan puluhan galeri yang ada di dalam gedung DPRD Kota Pekanbaru, Rabu (8/6/2022).

Penyedia Vendor, Hendrik, mengatakan, pihaknya terpaksa mengangkut kursi dan galeri yang ada di ruangan salah satu Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Ginda Burnama, karena belum ada itikad baik dari Sekretariat di DPRD Pekanbaru untuk membayar.

"Yang kita angkut tadi 2 unit kursi di ruangan Ginda sama 20 unit galeri, sementara Handy Talk 2 unit masih sama mereka," ujar Hendrik, kepada riaubisa.com.

Saat diangkut di dalam truk, Hendrik mengatakan dirinya langsung dihubungi oleh Plt. Sekwan DPRD Pekanbaru serta Kabag Umum Sekretariat DPRD Pekanbaru, untuk mengembalikan kursi dan unit galeri yang telah ditarik paksa.

"Mereka janji akan membayarkan sisa pembayaran ini. Nilai yang belum dibayarkan seluruhnya kurang lebih berkisar Rp 40 Juta," terangnya.

 

Hendrik menyebutkan, jika pihaknya sudah bersabar dalam menunggu itikad baik agar sisa kekurangan pembayaran dibayarkan. Namun, setelah 3 tahun menunggu, itikad baik itu tidak digubris.

"Bahkan di APBD murni ini tunda bayar untuk penyediaan kursi dan galeri itu dicoret. Disitu saya kesalnya. Permintaan pimpinan terlalu banyak, saat ditagih tidak direspon, terpaksa saya angkat paksa," bebernya.

Hendrik menegaskan bahwa pihaknya bakal terus menangih janji tunggakan sisa pembayaran yang belum dibayarkan oleh sekretariat DPRD Pekanbaru.

"Kalau dikasih janji janji lagi dan sampai batas waktu tidak dibayarkan juga, kita takkan beri ampun, akan kita tarik paksa lagi semua," tegasnya. (*)