Tiga Ribu Warga di Sepanjang Aliran Batang Kuantan Saksikan Festival Perahu Bagaduang
Iring iringan laju Perahu Bagaduang yang dihiasi aneka simbol adat berbagai suku di Nagari Gajah Tunggal, membawa Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kuansing Suhardiman Amby beserta rombongan dan pemuka adat, Sabtu (7/5/2022) kemarin/ Foto: Roder/Riaubisa
Riaubisa.com, Teluk Kuantan - Sebanyak 3000 warga Desa di sepanjang aliran Batang Kuantan, Kelurahan Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menyaksikan iring iringan laju Perahu Bagaduang yang dihiasi aneka simbol adat berbagai suku di Nagari Gajah Tunggal, Sabtu (7/5/2022) kemarin.
Iring iringan ini membawa Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kuansing Suhardiman Amby beserta rombongan dan pemuka adat, diiringi oleh dentuman meriam bambu dan aneka kembang api, serta irama canang dan gedang, di tepian labuoh di bawah Jembatan Panjang Lubuk Jambi.
Camat Kuantan Mudik, Sada Risnah dalam sambutannya mengatakan, atraksi festival perahu bagaduang merupakan kebudayaan masyarakat Kuansing yang sudah turun temurun dan setiap tahun digelar.
Namun dalam perjalanannya, beberapa sarana pendukung dan infrastruktur perlu dibangun guna menghidupkan destinasi wisata yang ada di sekitar.
"Kita berharap pak Plt Bupati dapat merealisasikan pembangunan Pendopo dan tepian labuoh agar menjadi tempat destinasi wisata terpadu kedepannya," pinta Sada.
Menurut dia, kegiatan festival Perahu Bagaduang ini merupakan kekayaan budaya dan kehidupan masyarakat yang ada di sekitar wilayah Lubuk Jambi.
"Dan festival ini harus terus kita pertahankan keberadaannya sebagai kekayaan budaya yang wajib kita lestarikan," harapnya.
Menanggapi itu, Plt Bupati Kuansing, Suhardiman Amby, mengatakan, terkait permintaan pembangunan beberapa fasilitas pendukung seperti pendopo dan tepian Labuoh, pihaknya berjanji akan merealisasikan hal itu di tahun depan guna menghidupkan perekonomian masyarakat sekitar.
"Saya lihat memang itu (pendopo dan tepian labuoh,red) sudah mulai usang. Kami agendakan untuk merancang pembangunannya yang akan di fasilitasi oleh Bapeda Kuansing. Insha Allah tahun 2023 mendatang," ucapnya.
Menurut dia, konsep gelaran perahu baganduang merupakan gerbang destinasi wisata tradisional yang dibangun terpadu mulai dari pembangunan rumah adat, serta ditunjang oleh gerai wisata kuliner tradisional dan produksi kerajinan batik khas Kuansing.
"Infrastruktur pendukung perlu dibenahi untuk menghubungkan destinasi wisata lain seperti air terjun guruh gemurai, lomba pacu jalur yang pelaksanaannya kita agendakan tiap bulan dan saling berkaitan. Harapannya wisatawan dalam negeri maupun luar negeri berkunjung Ke Kuansing dan ekonomi masyarakat akan ikut tumbuh disini," ungkapnya. (Rdr)






