Mobil Subkontraktor PT IKPP Perawang Antre isi BBM Solar Subsidi, Pertamina Lepas Tangan
mobil coltdiesel milik Subkontraktor PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang, terpantau melakukan pengisian BBM jenis solar Subsidi di SPBU Pertamina di Km.9 Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Sabtu (23/4/2022) pagi | Foto : Gio/Riaubisa
Riaubisa.com, Siak - Puluhan mobil coltdiesel milik Subkontraktor PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang, terpantau melakukan pengisian BBM jenis solar Subsidi di SPBU Pertamina di Km.9 Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Sabtu (23/4/2022) pagi.
Sebagaimana aturan yang berlaku, mobil untuk jenis coltdiesel subkontraktor milik perusahaan tidak dibenarkan menggunakan BBM solar bersubsidi dan harus mengisi BBM jenis solar lainnya.
Kondisi ini dibenarkan oleh Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Taufikurachman, saat dikonfirmasi riaubisa.com
Menurutnya, kendaraan milik subkontraktor tidak dibenarkan menggunakan BBM jenis solar bersubsidi dan wajib menggunakan BBM solar jenis Dexlite dan solar industri.
Terhadap kondisi ini, Taufik mengaku enggan menindak dengan alasan kewenangan tersebut bukan berada dalam ranahnya kecuali jika pemilik SPBU melakukan pelanggaran lain.
"Masalah sanksi dan tindakan itu dilakukan oleh instansi kepolisian setempat yang berwenang. Kami hanya bisa menindak SPBU Pertamina apabila melakukan pelanggaran dan menimbun BBM subsidi," ujar Taufik.
Sebelumnya, awak media riaubisa.com, pada Kamis (21/4/2022) lalu, telah memantau aktivitas mencurigakan dari puluhan mobil coltdiesel milik subkontraktor.
Dalam waktu setengah jam, mobil coltdiesel dengan jenis yang sama mengisi BBM subsidi sebanyak dua kali di SPBU Km.9 Perawang.
Awak media lalu membuntuti kejanggalan mobil tersebut hingga ke gudang subkontraktor.
Terlihat, sopir tengah menyalin BBM solar subsidi tersebut ke jeriken. Saat ditanya, sopir mengaku solar subsidi itu digunakan untuk mobil crane yang tengah bekerja di area PT IKPP Perawang.
Dikeluhkan Sopir Angkutan Sembako
Antrean panjang pengisian BBM Solar subsidi oleh mobil coltdiesel subkontraktor, dikeluhkan oleh sopir angkutan sembako.
Bahkan, akibat panjangnya antrean mobil milik subkontraktor itu, sopir angkutan sembako tidak kebagian jatah karena kuota telah habis.
"Setiap pagi mobil mobil subkontraktor ini sudah ikut antre, baru setengah hari stok BBM bio solar sudah habis di SPBU Pertamina Km.9 Perawang ini," ucap salah seorang sopir angkutan sembako, Izal.
Menurut Izal, akibat antrean pengisian BBM solar subsidi yang dilakukan subkontraktor, para sopir sembako banyak dirugikan.
"Kami ini pelaku usaha kecil yang uangnya terbatas, apalagi kita tahu BBM solar subsidi sekarang sedang sudah dijatah oleh Pertamina," cetusnya. (*)






