Digelar Dispersip Riau, Salmah Publishing Hadiri Forum Perangkat Daerah 2023

Kegiatan Dispersip Riau di Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru, Selasa (19/4/2022)/Foto: Riaubisa

Riaubisa.com, Pekanbaru - Dalam upaya meningkatkan ekosistem literasi dan minat baca berbasis inklusi sosial, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Riau menggelar Penyempurnaan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah tahun 2023 bersama Forum Perangkat Daerah.

Kegiatan ini dilaksanakan di Lantai III aula Bedah Buku Perpustakaan Soeman HS Pekanbaru, Selasa (19/4/2022).

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini Kepala Dewan Perpustakaan, Dr. Junaidi, Kepala Bapedallitbang Riau atau yang mewakili dan Kepala Dispersip Riau sendiri.

Kepala Dispersip Riau, Mimi Yuliani Nazir, menjelaskan kalau diadakannya forum ini bertujuan untuk menyelaraskan program dan kegiatan lintas perangkat daerah, mempertajam indikator serta target kinerja program dan kegiatan dan menyesuaikan pendanaan program dan kegiatan prioritas tahun 2023.

Dia menyebut, ada beberapa rangkaian kegiatan dalam kegiatan ini. Selain pemaparan materi, juga ada sidang kelompok untuk merumuskan berbagai pemikiran untuk pemajuan perpustakaan. 

Pada akhirnya, Mimi berharap, melalui forum ini, ekosistem literasi dan minat baca berbasis inklusi sosial akan bisa lebih baik lagi.

"Forum ini kami harapkan mampu merangkum aspirasi dan masukan-masukan untuk kemajuan perpustakaan, literasi untuk kesejahteraan masyarakat atau berbasis inklusi sosial ini," harapnya.

Adapun para peserta merupakan perwakilan Dispersip kabupaten/kota se-Riau, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Provinsi Riau, serta Dewan Perpustakaan Riau dan berbagai komunitas literasi di Riau.

Adapun komunitas yang hadir antara lain, Ikatan Perpustakawan Indonesia (IPI), Forum Lingkar Pena (FLP), PBRF, Forum Literasi Remaja, Komunitas Seni Rumah Sunting, Duta Baca, GPMB, ATPUSI, Salmah Paublishing dan Teratak Literasi. 

Sementara itu, Direktur Salmah Publishing, Siti Salmah, mengapresiasi kegiatan ini, menurut ini penting dilakukan dalam upaya memajukan perpusatakaan dan menekankan betapa pentingnya arti sebuah perpustakaan dalam menunjang peningkatan budaya literasi.

"Tak hanya dari kalangan dinas perpustakaan dan arsip yang hadir, banyaknya komunitas literasi yang diundang juga harus kita apresiasi, sehingga penyempurnaan Renja ini bisa maksimal," pungkasnya. (*)