UIR Teken MoU dan MoA dengan Permigastara
Penandatangan MoU dan MoU antara UIR dengan Permigastara/Riaubisa
Riaubisa.com, Pekanbaru - Universitas Islam Rau (UIR) teken Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perkumpulan Pengusaha Migas Energi Baru dan Terbarukan Nusantara (Permigastara), Jumat (8/4/2022) di Pekanbaru.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Memorandung of Agreement (MoA) antara Fakultas Teknik UIR dengan Permigastara.
Tampat hadir hadir Ketua Umum Permigastara Pusat, Feri Akri dan jajarannya, Ketua Kadin Kota Pekanbaru, Achizul Hendri dan dari UIR terlihat Rektor UIR, Syafrinaldi serta jajarannya dan juga Senior Vice President PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Sukamto
Feri Akri mengapresiasi kegiatan ini, bahkan menurutnya ini adalah MoU yang kesekian kali dengan sejumlah daerah di Indonesia.
"Permigastara baru-baru ini telah melakukan MoU dengan Gubernur Kalimantan Timur dengan mendirikan Permigastara di daerah kaltim, dan insyaallah habis lebaran ini Permigastara akan melantik pengurus di beberapa provinsi, Permigastara untuk saat ini sudah merupakan bagian dari PHR," tegasnya.
Selanjutnya, Feri juga menyebut kalau dalam beberapa tahun ke depan, Riau masih akan jadi daerah penghasil minyak dengan sisa fosil yang begitu besar.
"Jadi kehadiran Permigastara menjembatani untuk semua lini yang masih berkaitan dengan minyak dan gas. Permigastara merupakan entrypoin atau pintu masuk bagi masyarakat yang butuh sertifikasi," ujarnya.
Sementara itu, Rektor UIR menyatakan, UIR sebagai lembaga akademik memiliki ahli-ahli yang bisa diperhitungkan yang bisa langsung bersinergi dengan Permigastara.
"Kami berharap adanya MoU dan MoA ini bisa terus berkelanjutan hingga UIR bisa diperhitungkan di dunia perminyakan dan gas," harapnya.
Sementara itu, Sukamto juga mengapresiasi kerjasama UIR dengan Permigastara dan juga PHR, kerjasama yang harus berkesinambungan.
"Namun demikian segala aktivitas harus ikuti aturan-aturan, kami adalah pelaksana dalam segala kegiatan. Di Pertamina sendiri ada PHR yang membawahi seluruh Sumatera. 3 tahun kedepan ekspansi pengeboran PHR akan melebihi Cepu, pada saat ini PHR sedang melakukan pengeboran 500 sumur," terangnya. (*)






