Buku Cerpen Anak karya Bian dan Nadhira Dibedah di Perpustakaan Soeman HS Pekanbaru

Bedah buku penulis cilik Riau di Perpustakaan Soeman HS Pekanbaru, Kamis, 24 Maret 2022/Riaubisa

Riaubisa.com, Pekanbaru - Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan (Dipersip) Provinsi Riau bersama komunitas literasi Salmah Creative Writing (SCW) menggelar kegiatan Bedah Buku Penulis Cilik Riau, Kamis,. 24 Maret 2022 di aula Wan Ghalib Perpustakaan Soeman HS Pekanbaru.

Ada dua buku yang dibedah, yaitu Ruang Rahasia Nenek karya Bian Lio, siswa SDN 153 Pekanbaru dan buku Me vs Mamak karya Nadhira Pakpahan, siswi SDIL Bintang Cendekia Pekanbaru.

Tampil sebagai pemateri Bambang Kariyawan (guru dan juga sastrawan), Nafiah Al-Ma'rab (novelis) dan Murparsaulian (penyair dan jurnalis) dan Siti Salmah (founder Salmah Creative Writing) sebagai moderator.

Bambang Kariyawan dalam ulasannya lebih banyak bicara tentang kelebihan kedua buku, Bian Lio yang bercerita tentang Rimbang Baling menurutnya mengingatkan kita untuk mencatat atau menulis setiap perjalanan yang kita lakukan, hal ini penting selain sebagai bentuk dokumentasi juga memberitahu kepada kita bahwa ada destinasi wisata menarik di Kampar.

"Itu salah satu bagian menarik yang saya ambil dari buku ini, tak semua orang pernah ke Rimbang Baling, Bian pernah ke sana dan dia menceritakan kembali kepada kita lewat bukunya," ujar Bambang.

Sementara buku Nadhira menurut dia lebih banyak bercerita hubungan antara anak dan ibunya, konflik-konflik yang terjadi yang sangat menarik untuk dibaca. 

"Dari sini kita jadi tahu kalau anak perempuan menulis buku maka yang akan banyak dia ceritakan adalah tentang hubungan dia dengan ibunya, sangat berbeda dengan anak laki-laki," sebutnya.

Kata Bambang, menulis cerita anak sangat tergantung pada lingkungan sekitarnya, maka perlu peran keluarga agar anak-anak mau menulis.

Nafiah Al-Ma'rab yang merupakan seorang novelis dalam paparannya juga tak banyak mengulas aspek penulisan dalam kedua buku cerpen ini, dia lebih banyak bercerita soal potensi anak dan kelebihan yang dimiliki setiap anak.

"Peran orang tua sangat penting dalam mengembangkan potensi anak, tetap yang terpenting adalah menerapkan budaya literasi sejak dini," tegasnya.

"Bagi saya pribadi, warisan terbaik yang bisa saya berikan kepada anak-anak saya adalah warisan literasi," tambahnya.

Pembedah terakhir, Murparsaulian Kembali bicara tentang peran orang tua dalam mengarahkan anaknya akan jadi apa.

"Bian dan Nadhira lebih memilih jalan apa yang kami sebut sebagai 'jalan sunyi' sebagai seorang penulis," ujarnya.

Baginya apa yang dipilih oleh Bian dan Nadhira adalah sesuatu yang amat jarang saat ini, jangankan untuk menulis, membaca saja sangat jarang.

Tampak hadir sejumlah sastrawan, seperti Buya Syafruddin Saleh Sei Gergaji, Ketua Penyair Perempuan Indonesia Kunni Masrohanti, Alvi Puspita dan Awi Anjung. Sejumlah kepala sekolah, guru-guru dan siswa SD dari sejumlah sekolah yang ada di Pekanbaru.

Bedah buku berlangsung lancar. Selain pemaparan dari narasumber juga dibuka sesi tanya jawab dengan doorprise berupa kedua buku karya Bian Lio dan Nadhira Pakpahan. (*)