3 Tahun Beraksi, Ditreskrimsus Polda Riau Gulung Sindikat BBM Subsidi

BB - Ditreskrimsus Polda Riau menunjukkan Barang Bukti dan Mengamankan Tersangka Penggelapan BBM Subsidi, Rabu (10/3/2021) | Ist

Riaubisa.com, Pekanbaru - Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, menangkap 4 orang pelaku yang diduga melakukan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di lokasi yang berbeda yang ada di Riau.

Keempat para Pelaku berinisial BA alias Abas, SU alias Surya dan PP alias Bahar dan SAU alias Sofyan. Dalam kasus ini, mereka memiliki peran yang berbeda-beda.

"Abas dan Surya berperan sebagai pembeli BBM jenis solar dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) PT. Pertamina Dumai secara ilegal," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol Teddy Ristiawan, Rabu (10/3/2021).

Sementara katanya, Sofyan sendiri merupakan salah satu petugas di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) PT Pertamina Dumai dan Bahar merupakan penadah.

Adapun Abas dan Surya sebagai pembeli, bermain dengan cara menyuap Sofyan sebagai petugas memberikan BBM sebanyak 70 liter sampai dengan 120 Liter dari jumlah muatan yang tertera di delevery order (DO) dengan imbalan Rp 100 ribu.

BBM itu lalu disuling dan dijual oleh Abas dan Surya Rp 320 ribu kepada Bahar sebagai penadah yang merupakan warga Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Bengkalis.

"Dari pengakuan pelaku, permainan ini sudah berlangsung sejak 3 tahun lalu. BBM Solar muatan 5000 liter untuk pengisian Agen Premium Minyak Solar (APMS) di Bengkalis milik PT Nurwati Maju Bersama," paparnya.

Para pelaku ditangkap pada Selasa (2/2/2021) lalu. Abas, Surya dan Bahar di tangkap di Bengkalis. Sementara, Sofyan di tangkap di Kota Dumai. Dalam aksi ini, PT Pertamina mengalami kerugian besar.

Selain menangkap pelaku, Polisi mengamankan barang bukti berupa 2 unit mobil truk tangki dengan nomor pelat BM 8386 EU dan BM 8604 EU warna merah-putih, berikut STNK dan kunci kontak, 6 buah jerigen isi BBM jenis solar ukuran 35 liter.

2 lembar dokumen surat pengantar pengiriman DO, uang sejumlah Rp 620 ribu, 3 segel plastik berwarna merah muda milik PT Pertamina.

Lalu 51 segel plastik milik PT. Pertamina yang telah rusak dari gudang penampungan BBM ilegal. Serta 3 selang minyak yang digunakan sebagai alur pemindahan minyak dari mobil tangki dan sebuah corong minyak.

Atas hal itu, para pelaku yang kini ditetapkan menjadi tersangka dijerat pasal 374 dan pasal 480 KUHP atas tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan pertolongan jahat atau penadah.