Ringankan Hukuman, Keluarga Terpidana Korupsi di Sekda Kuansing Titip Uang Rp 50 Juta

TERPIDANA - Dedi Susanto (Kiri) terpidana korupsi honorarium di Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah (Setda) Kuansing tahun 2015 | Ist

Riaubisa.com, Kuansing - Keluarga dari Dedi Susanto, terpidana korupsi honorarium di Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah (Setda) Kuansing tahun 2015, menitipkan uang denda sejumlah Rp 50 Juta kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing, untuk meringankan hukuman yang telah diputuskan dalam sidang.

Titipan uang denda itu, telah diterima oleh Kasi Pidsus Kejari Kuansing, Roni Saputra, yang diserahkan langsung oleh perwakilan keluarga terpidana.

"Uangnya sudah dititipkan sejumlah Rp 50 juta," kata Roni.

Sebelumnya, kasus ini menyeret tiga orang pejabat di Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah (Setda) Kuansing. Mereka adalah Suhasman yang bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Dedi Susanto dan Mega Fitri sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Dugaan korupsi berawal ketika Bagian Pelayanan Pertanahan melaksanakan dua kegiatan sosialisasi yakni kegiatan Penataan dan Inventarisasi Aset Tanah dan kegiatan Penyelesaian Konflik Pertanahan dan Monitoring Permasalahan Pertanahan.

Ketiga terdakwa menyusun 10 orang anggota tim dari Pegawai Bagian Pelayanan Pertanahan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuansing, tanpa didukung dengan kertas kerja. Besaran honorarium tim dan panitia bernilai fantastis.

Terdakwa dan tim mendapat honor setiap bulan selama 1 tahun untuk dua kegiatan. Suhasman menerima honor sebesar Rp 65 juta, Dedi sebesar Rp 62 juta dan Mega Fitri sebesar Rp 60 juta.

Sementara, 7 anggota lainnya yakni Doni Irawan Rp 26 juta, Japitra Rp 36 juta, Syafrilman Rp 26 juta, Asrizal Rp 27 juta, Doni Asbari Rp27 juta, M Padri Rp 27 juta dan Andespa Antoni Rp 27 juta. Akibatnya, negara dirugikan dengan total sebesar Rp 395.762.500,-

Mereka bertiga mengajukan banding di Pengadilan Tipikor Pekanbaru pada Mei 2020 lalu dan dinyatakan tidak bersalah. Atas putusan itu, pertengahan Mei 2020, JPU mengajukan kasasi di Mahkamah Agung (MA). MA menyatakan ketiganya bersalah dan dihukum serta membayar denda.

Salah satunya Dedi. Dia divonis penjara 1 tahun dan denda Rp50 juta. Dalam putusan, apabila pidana denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan.