DLHK Gelar Sosialisasi Trans Dipo di Palas
Foto: DLHK kota Pekanbaru saat mensosialisasikan trans dipo di kelurahan Palas, Selasa (09/06/2026)|Foto:Arifin
RiauBISA.com, Pekanbaru - Berdasarkan hasil survey Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, dari sekian banyak yang disurvey RT 03 RW 08 Kelurahan Palas dinilai cocok untuk dijadikan tempat transit sampah di tiga kecamatan di Rumbai. Sosialisasi yang digelar di kantor kelurahan Palas ini ditanggapi positif oleh ketua RT dan ketua RW se-Palas.
"Iya masyarakat menanggapi dengan baik. Kami sangat bersyukur, tanggapan dari masyarakat positif, masyarakat mengerti apa yang kami tunggu," ucap Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Shanti ST usai sosialisasi dipo trans sampah, Selasa (09/06/2026).
Mantan Kabid Dinas PUPR kota Pekanbaru itu mengatakan, bukan hanya itu tetapi bagaimana LPS bisa terangkul untuk wilayah Rumbai ini bisa terakomodir. Sehingga tidak terlalu jauh untuk membuang sampahnya dan biaya personal untuk LPS di wilayah Rumbai bisa mencari.
Terkait akses lalu lintas angkutan sampah, ada dua alternatif. Bahkan dari sosialisasi tadi diketahui ada tiga alternatif. Yang pasti ucap Shanti, untuk mobilisasi transfer dipo ke TPA ada akses yang cukup bagus, yaitu jalan LKMD. Dimana di sana tronton bisa lewat, mobil dan truk bisa lewat.
"Karena kalau Jalan damai mungkin masyarakatnya ramai. Kita juga menilai dampaknya. Kalau untuk Jalan Damai dan Perjuangan masyarakatnya lumayan ramai. Tapi kalau untuk kendaraan kecil mungkin bisa lewat di sana. Ada beberapa alternatif yang dapat menunjang," ujarnya.
Sementara saat ditanya kapan actionnya dimulai, Shanti mengatakan pihaknya menunggu feedback dari masyarakat. Karena ini baru sosialisasi pertama, nanti kan RT RW sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah akan menyampaikan ke masyarakat terlebih dahulu.
"Jangan di kemudian hari akan timbul masalah-masalah lagi," ucap Shanti.
Sementara itu ketua RW 08 kelurahan Palas Junaidi Agus mengakui bahwa yang merasakan dampak terbesar dari transit sampah itu adalah wilayahnya termasuk aroma dan lalat di radius 200 hingga 300 meter. Selanjutnya untuk akses, ada jalan semenisasi sebagian lebih kurang 50 meter.
Kemudian sambung Junaidi, terkait sampah yang berterbangan saat diangkut sebagaimana disampaikam ketua RT 07 RW 08 Albert Gultom diminta untuk diperhatikan. Belum lagi disaat PLTA Koto Panjang membuka pintu air, wilayah kelurahan Palas nyaris tenggelam akibat banjir, pungkasnya.
Turut hadir dalam sosialisasi itu diantaranya, DLHK Pekanbaru Shanti dan Kepala UPT Dzakwan, perwakilan Camat Rumbai, Lursh Palas Rizky Pramdani, Kepala LPS kota Pekanbaru Suprapto, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para Ketua RT dan ketua RW se'kelurahan Palas dan ketus LPS Kelurahan. (fin)






