WNA Bangladesh Ditangkap Urus Paspor Indonesia di Dumai

Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II TPI Dumai, mengamankan pria inisial MFA, Warga Negara Asing asal Bangladesh yang mencoba mengurus paspor Indonesia, Selasa (2/8/2022)

Riaubisa.com, Dumai – Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II TPI Dumai, mengamankan pria inisial MFA, Warga Negara Asing asal Bangladesh yang mencoba mengurus paspor Indonesia, Selasa (2/8/2022).

MFA gagal urus paspor, setelah petugas mencurigainya saat dilakukan proses wawancara.

Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Muhammad Jahari Sitepu melalui Kepala Kanim Kelas II TPI Dumai, Rezeki Putera Ginting mengatakan, saat ini MFA ditempatkan di ruang Detensi Imigrasi Kanim Kelas II Dumai untuk mengikuti pemeriksaan lebih lanjut, dan diproses ke tahap pengadilan (pro justisia).

"MFA diamankan karena mengurus paspor Indonesia, sedangkan dia merupakan WNA Bangladesh," kata Rezeki Putera Ginting.

Saat datang ke Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II TPI Dumai, Selasa (2/8/2022), MFA membawa persyaratan yang lengkap untuk mengurus Paspor.

"MFA datang mengajukan permohonan paspor RI di Kanim Dumai, dengan memenuhi seluruh persyaratan administratif sesuai dengan ketentuan, dan hasil pemberkasan tidak menunjukkan hal-hal yang mencurigakan," kata Rezeki.   

 

Kelangkaan persyaratannya, kata Rezeki, KTP Kartu Keluarga (KK) dan Akte Nikah, sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. 

"Saat proses wawancara dan sesi foto petugas curiga,"  ungkap Rezeki.

Dari kecurigaan petugas, MFA mengakui berasal dari Binjai, Sumut dan telah tinggal di sana selama 11 tahun.

Atas pengakuannya itu, MFA langsung dibawa ke Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) untuk pemeriksaan lanjutan. 

"Identitasnya terungkap karena petugas telah dibekali pelatihan menajamkan instuisi dan tindakan yang cepat dan tepat, saat pemeriksaan," ujar Rezeki.

Keberhasilan ini diapresiasi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau Muhammad Jahari Sitepu, dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai garda terdepan dalam menjaga pintu gerbang NKRI. 

"Saya minta jajaran Keimigrasian yang lain juga tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap permohonan paspor," pinta Kakanwil.

 

Kedepannnya, Kakanwil mengingatkan jajarannya tidak lengah dalam melakukan pemeriksaan. Disaat meningkatnya jumlah permohonan paspor paska melonggarnya peraturan Covid-19. 

"Jangan sampai kecolongan!. Karena petugas Imigrasi merupakan penjaga pintu gerbang negara karena merupakan institusi pertama dan terakhir yang menyaring kedatangan dan keberangkatan orang asing dari wilayah Kesatuan Republik Indonesia. Kawal terus proses hukum sampai tuntas, jangan biarkan ada penyelundup di negara kita tercinta ini,” pinta Jahari. (*)


Berita Terkait