Fraksi Hanura NasDem DPRD Pekanbaru: Sumbangan Kurban Holywings Kemarin Ada Udang Dibalik Bakwan

Riaubisa.com, Pekanbaru - Fraksi Hanura NasDem DPRD Pekanbaru, mengaku kecewa dengan Sekretariat DPRD Pekanbaru, yang tetap menerima pemberian kurban dari Manager Holywings Pekanbaru, Asun.

Padahal, beberapa Fraksi di DPRD Pekanbaru, sebelum pelaksanaan kurban Idul Adha 1443 Hijriah kemarin sudah sangat jelas menolak pemberian kurban dari manager tempat hiburan malam tersebut.

"Kita dari Fraksi Hanura NasDem DPRD Pekanbaru sungguh sangat kecewa sekali dengan sekretariat DPRD Pekanbaru. Kenapa masih diterima kurban sapi pemberian tempat hiburan malam ini. Pemberian ini seperti ada uang di balik bakwan," kata Anggota Fraksi Hanura NasDem, Eri Sumarni, kepada wartawan, Selasa (12/7/2022).

Kata dia, lembaga DPRD Pekanbaru merupakan lembaga politik. Sumbangan sapi kurban yang diberikan pengusaha tempat hiburan malam itu jelas mengoyak ngoyak perasaan masyarakat.

Terlebih, kasus dugaan penistaan agama berupa promo miras mengatasnamakan Muhammad dan Maria, belum hilang dan masih belum diterima oleh masyarakat.

"Asumsi masyarakat sekarang sudah sangat jelek diluar sana terhadap lembaga yang terhormat ini. Beberapa konstituen saya bahkan bertanya mengapa Sekretariat DPRD Pekanbaru tetap menerima sapi kurban Holywings ini. Mau dibawa kemana marwah lembaga ini," jelasnya.

Sebelumnya, penolakan terhadap sapi kurban ini sudah didengungkan oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD Pekanbaru, Victor Parulian.

Victor secara pribadi mengaku kaget atas informasi yang beredar di kalangan media bahwa manajemen tempat hiburan malam Holywings Pekanbaru, memberikan sumbangan sapi kurban.

Harusnya, pengusaha hiburan malam jika ingin menyumbang bukan di lembaga DPRD, namun berikan sumbangan ke masyarakat. Adanya sumbangan ini membuat lembaga ini sudah 'dilecehkan'.

Selain itu, penolakan juga datang dari Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Pekanbaru, Hj Masni Ernawati. Menurut dia, lembaga DPRD adalah lembaga politik. Harusnya Sekretariat tidak menerima sumbangan dalam bentuk apapun.

Lembaga DPRD Pekanbaru, kata dia bukan lembaga sosial yang menerima sumbangan. Harusnya DPRD Pekanbaru yang menyumbang bukan malah jadi penerima sumbangan.

"Maksudnya memberi sumbangan ini apa? Kita minta sapi itu dikembalikan oleh sekretariat DPRD Pekanbaru. Karena tak patut rasanya lembaga DPRD menerima sumbangan terutama dari pengusaha," ungkapnya. (*)